ESDM Optmis Capai Target PNBP Minerba Rp 52 Triliun

ESDM Optmis Capai Target PNBP Minerba Rp 52 Triliun

Jakarta-TAMBANG. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis mampu mencapai target pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara sebesar Rp 52 triliun. Sebelumnya komisi VII DPR meminta Pemerintah untuk meningkatkan target capaian PNBP dari sebelumnya sebesar Rp 44,3 triliun.

Meskipun dirasa cukup memberatkan, Direktur Pembinaan Program Minerba, Sujatmiko mengaku tetap optimis bahwa target itu akan tercapai dalam satu tahun ke depan. Menurutnya, angka sebesar itu masih memungkinkan dilampaui asalkan harga batu bara tidak jatuh lebih rendah lagi.

Sujatmiko membeberkan, Pemerintah akan menggenjot pendapatan negara dari pembayaran royalti IUP batu bara yang sudah dinaikkan menjadi 7%, 9%, dan 13,5% untuk kalori rendah, menengah, hingga tinggi. Namun kontribusi lebih besar akan tetap bergantung dari sumbangan royalti perusahaan PKP2B.

“PKP2B akan menyumbang hingga 80 persen, sisanya IUP. Untuk mineral tidak terlalu besar,” kata Sujatmiko kepada Majalah TAMBANG, Rabu (4/2).

Target itu akan semakin realistis tercapai mengingat mulai tahun 2015, Pemerintah akan secara efektif menerapkan pembayaran royalti di muka sebelum batu bara dikapalkan. Cara itu juga akan bermanfaat untuk mengurangi resiko lost production.

“Selama ini kan potensi kehilangan akibat lost itu bisa sampai 50 juta ton. Nah, dengan cara ini bisa berkurang, paling besar 5 juta ton,” ungkapnya.

Sebelumnya Direktur Jenderal Minerba, R Sukhyar sudah memastikan bahwa tahun ini PNBP sektor minerba akan bergantung dari komoditas batu bara. Ia mengakui, pihaknya tidak akan bisa lagi bergantung pada dana piutang yang didapat dari hasil supervisi dengan KPK di 12 provinsi pada tahun lalu.

Sumber: Ditjen Minerba Desember 2014

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin