Beranda Mining Services F-500 Penakluk Si Jago Merah Batu Bara

F-500 Penakluk Si Jago Merah Batu Bara

Kebakaran pada batubara merupakan ancaman bagi setiap perusahaan batubara, guna memberikan solusi kepada perusahaan batubara untuk menangani masalah ini, PT Hazard Kontrol Indonesia mendatangkan produk F-500 dari perusahaan asal Paman Sam, Hazard Control Technologies.

 

Direktur PT Hazard Kontrol Indonesia, Erik Nainggolan, mengatakan F-500 dirancang khusus untuk mematikan api yang membakar batubara hingga kejangkauan yang paling sulit titik api. F-500 sendiri dapat mematikan api hingga 8000 derajat.

 

Menurut Erik, F-500 berbeda dengan produk yang sifatnya hanya mencegah (prefentif) terjadinya kebakaran. Di mana produk pencegahan yang sudah ada, kata Erik tidak bisa mematikan kebakaran batubara karena sifatnya hanya mencegah terjadinya kebakaran batubara.

 

“F-500 memiliki keunggulan, karena dapat bekerja untuk memadamkan batubara yang akan menyebabkan kebakaran maupun memadamkan batubara yang sudah terbakar. Sehingga fungsi F-500 ini mematikan batubara yang memiliki potensi untuk menyebabkan kebakaran dan batubara yang sudah terbakar karena self commbasion, ini yang tidak dimiliki produk lain,” jelas Erik.

 

Untuk aplikasi pada batubara terbakar, F-500 dapat dicampur dengan air dengan komposisi 1% F-500 dan 99% air, setelah tercampur. Maka cairan tersebut dapat segera disemburkan kepada batubara yang terbakar. Tidak perlu alat khusus, sebab fire house dan hydrant pun dapat digunakan, namun lanjut Erik pihaknya merekomendasikan nozzle berupa angle nozzle yang memiliki sudut semprot 45 sampai 60 derajat atau model spray.

 

“Kalau nyala api batubaranya belum membara sebelum menjadi minyak di satu stockpile, F-500 digunakan sebanyak seperempat liter dengan dicampur 100 liter air,” terangnya.

 

F-500 ini memiliki beberapa properti yang produk lain tidak memilikinya, yaitu sifatnya yang multi function yang bisa mematikan api pada batubara dan mendinginkan apapun yang panas. Karena keunggulannya inilah yang membuat F-500 belum dapat diklasifikasikan dalam standart fire international.

 

General Manager PT Hazard Teknologi Indonesia, Arthur Tumbel menjelaskan, F-500 belum dapat diklasifikan karena memiliki standar di atas kelas yang sudah ada dalam standart fire international, dalam kata lain belum ada kompetitor yang memiliki produk yang sama atau bahkan di atas kualitas F-500.

 

Sejauh ini, ungkap Arthur, standart fire internasional baru mengeluarkan klasifikasi dengan kode tertinggi NFPA-18 sebagai waiting agent. Sementara produk F-500 bukanlah waiting agent tetapi intercapsul agent yang dapat mematikan sumber batubara yang berpotensi menyebabkan kebakaran dan mematikan batubara yang sudah terbakar.

 

“Karena itu, saat ini NFPA sedang memproses klasifikasi kelas baru khusus F-500 dengan kode NFPA-19 sebagai intercapsul agent dan ini hanya untuk produk F-500,” ungkapnya.

 

NFPA merupakan asosiasi proteksi api penyebab kebakaran. Setiap lima tahun sekali, NFPA melakukan kajian dan penelitian ke seluruh dunia untuk mengecek teknologi pemadam api sesuai dengan standar internasional. Selain diperkenalkan untuk mematikan batubara yang terbakar, diluar penggunaannya F-500 juga dapat digunakan untuk mematikan kebakaran batubara di dalam tungku pembangkit listrik tenaga uap yang sulit untuk dipadamkan. Di mana kebakaran batubara sering terjadi pada saat sebelum memasuki proses pembakaran untuk pembangkit listrik tenaga uap.

 

Lebih lanjut, Arthur mengatakan, F-500 juga dapat menangani tumpahan hydrocarbon atau oli bensin atau solar, di mana F-500 dapat membersihkan tumpahan tersebut, selain itu F-500 juga dapat mengikat gas beracun seperti metane, menghilangkan bau gas, debu atau dust control, bisa juga untuk mengikat magnesium.

 

“Inilah keunggulan F-500 karena banyak produk yang tidak dapat mengingkat magnesium dengan kondisi terbakar 8000 derajat yang tidak bisa dimatikan dengan cairan lain, tapi produk kami F-500 bisa mematikan api. Sehingga kami yakin dengan keunggulan yang kami memiliki tidak ada kompetitor yang dapat menyaingi kami dan F-500 juga ramah lingkungan,” pungkasnya.

Artikulli paraprakCadangan Uranium 70 Ribu Ton Tak Boleh Dieksploitasi  
Artikulli tjetërIndia Incar Pasar Pembangkit Listrik Indonesia