Feronikel, Penyumbang Terbesar Kedua Penjualan Antam di Kuartal I 2018

Feronikel, Penyumbang Terbesar Kedua Penjualan Antam di Kuartal I 2018
Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo, saat buka puasa bersama E2S di Jakarta, Selasa (5/6)

Jakarta, TAMBANG – Produksi feronikel PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di kuartal pertama tahun 2018 (1Q18) naik 107 persen dibanding periode sama di tahun 2017 (1Q17). Tercatat volume produksi 1Q18 sebesar 6.088 ton nikel dalam feronikel (TNi), lebih tinggi dari 1Q17 sebesar 2.934 TNi.

 

Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo  mengatakan, kenaikan feronikel  juga terjadi di sektor penjualan. Pada 1Q18 mengalami pertumbuhan 109 persen sebesar 5.363 TNI, lebih besar dari penjualam 1Q17 sebesar 2.562 TNi.

 

“Karena itu, penjualan feronikel pada 1Q18 menjadi kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih Antam, dengan kontribusi sebesar Rp972,38 miliar atau 17 persen dari total penjualan bersih perusahaan. Naik 166 persen dari 1Q17 sebesar Rp365,02 miliar,” kata Arie, saat diskusi dengan wartawan di Jakarta, pada Selasa (5/6).

 

Kenaikan volume produksi dan penjualan feronikel, sejalan dengan peningkatan kapasitas pabrik feronikel Antam di Pomalaa. Serta seiring selesainya proyek perluasan pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) yang telah memasuki fase operasi komersial pada tahun 2017.

 

Seperti diketahui, Antam meraih nilai penjualan bersih unaudited pada 1Q18 sebesar Rp5,73 triliun atau naik sebesar Rp247 persen. Naik lebih besar dari penjualan bersih unaudited  pada 1Q17 sebesar Rp1,64 triliun. Emas menjadi kontributor utama sebesar 72 persen dan feronikel menduduki posisi kedua dengan 17 persen, disusul bijih nikel 10 persen, bauksit dan batu bara sebesar 1 persen.

 

 


Close
Close