Beranda Event Freeport Pangkas Dividen 84%

Freeport Pangkas Dividen 84%

 

 

Phoenix, Amerika Serikat-Jakarta, TAMBANG. PERUSAHAAN publik terbesar yang bergerak di perdagangan dan produksi tembaga, Freeport-McMoRan Inc, memangkas dividennya sebesar 84%. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya perusahaan asal Phoenix, Amerika Serikat itu mencari dana untuk proyek di pertambangan dan energi, karena perusahaan tengah menghadapi melemahnya harga komoditi.

 

Hasil saham kuartal pertama tahun ini berkurang menjadi US$ 0,05 dari sebelumnya US$ 0,3125 per lembar, demikian diumumkan Freeport, Selasa kemarin. Freeport menjelaskan, pihaknya masih mengevaluasi kemungkinan pendanaan untuk proyek minyak dan gas alam. Freeport mempertimbangkan pemangkasan anggaran lain serta, bila diperlukan, menjual aset.

 

‘’Berkurangnya dividen itu merupakan langkah hati-hati yang kami lakukan untuk memperkuat neraca perusahaan, di saat pasar tengah bergejolak,’’ demikian pernyataan Freeport.

 

Freeport tengah berupaya mengurangi hutangnya, yang melonjak hampir enam kali lipat pada 2013. Beban ini muncul setelah Freeport membeli dua produsen migas, untuk meragamkan usahanya agar tidak hanya dari tambang logam. Pada akhir 2014, Freeport memiliki hutang US$19 miliar. Januari lalu, Freeport menyatakan akan memangkas hutangnya sebanyak 20% pada tahun ini.

 

Pemangkasan dividen, kata Christopher LaFemina, analis pada konsultan Jefferies Group LLC, merupakan salah satu langkah yang ditempuh, karena dapat mengurangi pengeluaran perusahaan hingga US$1,1 miliar setahun.

 

Sebagaimana dikutip Bloomberg hari ini, analis LaFemina memuji langkah yang dilakukan Freeport. Katanya, pengurangan dividen akan membantu perusahaan melindungi neracanya. Pasar tembaga memang sedikit membaik akhir-akhir ini, tetapi dampaknya belum begitu besar.

 

Saham Freeport berkurang 18% tahun ini, dan berkurang hingga 50% sejak perusahaan mengumumkan akuisisi terhaap Plains Exploration & Production Co, dan McMoRan Exploration Co., pada Desember 2012. Sejak akuisisi itu, harga minyak anjlok hingga 46%, harga tembaga berkurang hingga 24%. Emas, yang juga ditambang oleh Freeport, berkurang 30%.

 

Freeport merupakan perusahaan terakhir di Amerika yang memangkas dividennya. Januari lalu, produsen bijih besi Cliffs Natural Resources Inc. mengumumkan akan menghentikan pembayaran dividennya setelah anjloknya harga bijih besi.

 

Anjloknya harga batu bara juga membuat produsen batu bara di Amerika, Arch Coal Inc dan Peabody Energy, memotong dividennya. Perusahaan tambang batu bara, Walter Energy Inc., menunda pembayaran dividennya, Januari lalu.

Artikulli paraprakApemindo: Ekspor Bauksit Dibuka, Kembali Ke Semangat UU Minerba
Artikulli tjetërPHE Raja Tempirai vs Golden Spike: Hakim PN Jakpus Dilaporkan ke KY