Beranda Mineral G-Resources Tetapkan Target Produksi

G-Resources Tetapkan Target Produksi

Jakarta-TAMBANG. Perusahaan tambang emas yang berada Kecamatan Batang Toru, Propinsi Sumatera Utara, PT G-Resources Martabe akan memproduksi 250.000 ounce emas dan sekitar 2,2 juta ounce perak.

 

All-in sustaining costs (AISC) sebagaimana diperhitungkan berdasarkan Panduan World Gold Council (WGC), diperkirakan berada pada angka antara US $ 750 dan US $ 850 per ounce emas yang dijual.

 

Presiden Direktur G-Resources Tambang Martabe, Peter Albert mengatakan, biaya operasional per ounce emas yang dijual dikalkulasi menggunakan Panduan Penyesuaian Biaya Operasional WGC akan mencapai US $ 500 dan US $ 600 per ounce.

 

Biaya eksplorasi diharapkan mencapai US $ 15 juta, sementara pengeluaran modal diperkirakan sekitar US $ 66 juta – biaya ini mencakup akuisisi tanah, peninggian bendungan fasilitas penampungan tailing dan pemasangan fasilitas crushing untuk meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan menjadi 5 juta ton bijih per tahun.

 

“Kami sangat gembira dengan pencapaian produksi Tambang Emas Martabe dan kinerja tim yang solid. Kami akan melanjutkan operasional kami yang baik dengan hasil produksi yang amat memuaskan, serta dengan konsisten berfokus mengupayakan penghematan dana operasional maupun modal,” kata Peter dalam keterangan persnya, Selasa (20/1).

 

Sebagai informasi, sepanjang kuartal keempat tahun 2014, kegiatan penambangan dan pabrik pengolahan bijih tetap beroperasi lancar dengan hasil yang kembali melebihi target dan biaya yang bisa terus ditekan. Dalam jangka dua belas bulan hingga 31 Desember 2014, Tambang Emas Martabe telah memproduksi 275.515 ounce emas dan 2.238.076 ounce perak. Produksi emas telah melampaui sekitar 10% batas atas revisi target produksi sejumlah 250.000 ounces yang diumumkan kepada publik pada Juli 2014.

 

Penerimaan dari penjualan emas dan perak bernilai US $ 91 juta selama kuartal ke-4  dan US $ 384,1 juta sepanjang tahun 2014. Biaya operasional selama kuartal ini terkendali dengan baik karena manajemen terus mengupayakan perbaikan dan peningkatan dalam semua aktivitas tambang.

 

Modal kerja yang sudah digunakan sepanjang tahun 2014, termasuk biaya bendungan fasilitas penampungan tailing, diluar biaya eksplorasi regional, mencapai US $ 61 juta. Jumlah ini di bawah anggaran dan target senilai US $ 65 juta. Kegiatan eksplorasi terus berlanjut dengan melakukan pengeboran pada 5 titik di dekat wilayah operasional Martabe. Kegiatan ini terus terfokus pada potensi sumber daya di Purnama, Barani Selatan, Tor Uluala dan Uluala Hulu.

 

 

 

Artikulli paraprakLNG Papua Nugini Masuk, Harga Makin Terpuruk
Artikulli tjetërInvestor Korea Niat Bangun PLTU untuk Pabrik Pencairan Batu Bara