Beranda Korporasi Gandeng 2 Perusahaan Cina, Vale Garap Smelter Blok Bahodopi Senilai USD 2,1...

Gandeng 2 Perusahaan Cina, Vale Garap Smelter Blok Bahodopi Senilai USD 2,1 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Vale Indonesia (Vale) melakukan aksi koroporasi berupa Penandatanganan Perjanjian Investasi dan Kerja Sama Untuk Proyek Blok Bahodopi dengan kedua mitranya, Taiyuan Iron and Steel (group), Co.,Ltd  (Tisco) dan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd (Xinhai). Acara diselenggarakan secara hybrid, di Jakarta, Selasa (6/9).

Dengan adanya komitmen bersama perusahaan asal Cina tersebut, Vale akan melanjutkan pembangunan pabrik peleburan (smelter) nikel berteknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2025.

“Dengan penandatangan ini kita akan melanjutkan dan mempercepat konstruksi di lapangan sehingga dapat rampung tahun 2025, kami siap menjalankan sebaik-baiknya komitmen kami kepada pemerintah Indonesia seperti yang diamanatkan dalam Kontrak Karya kami di blok Bahodopi sulteng,” kata Direktur Utama Vale, Febriany Eddy yang hadir secara virtual.

Menurutnya, proyek ini akan menggunakan tenaga listrik tenaga gas alam sebagai komitmen Vale terhadap praktik penambangan yang berkelanjutan. Dengan begitu, pabrik ini nantinya  memiliki intensitas emisi karbon terendah kedua setelah Pabrik yang ada di Sorowako.

“Estimasi biaya Capex sebesar USD 2,1 miliar untuk pembangunan pabrik, dimana di dalamnya termasuk sekitar USD 300 juta tambahan untuk fasilitas LNG,” imbuhnya.

Kata dia, tambahan sebesar USD 300 juta ini murni untuk kepedulian lingkungan, terutama untuk mengurangi emisi karbon melalui pemakaian pembangkit listrik tenaga gas.

“Salah satu komitmen keberlanjutan kami di Blok Bahadopi adalah diawali dengan solusi energy, mitra kami Tisco dan Xinhai telah sepakat mendukung untuk menggunakan sumber energi yang rendah karbon,” ujarnya.

“Ukuran keberhasilan tidak hanya dilihat dari profit, tapi people dan planet, secara keseluruhan 3P ini harus seimbang,” tambahnya.

Dia kemudian menuturkan bahwa smelter ini nantinya akan memproduksi nikel sebesar 73.000-80.000 metrik ton nikel per tahun. “Target produksi 37 ribu sampai 80 ribu metrik ton nikel per tahun,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Morowali, Taslim mendukung ekspansi Vale ke daerahnya. Menurut dia, investasi yang dilakukan Vale bersama kedua partnernya bakal meningkatkan laju ekonomi di wilayahnya.

“Kegiatan penandatanganan perjanjian investasi proyek blok Bahodopi yang dilaksanakan oleh PT Tisco dan PT Vale hari ini. Tentu sangat kami percayai bahwa dengan adanya investasi ini, akan memberikan dampak yang besar terhdap peningkatan ekonomi masyarakat kabupaten Morowali,” ungkap Taslim.

Dia juga berharap agenda ini memiliki dampak positif lainnya terutama terkait pengelolaan tambang, seperti dapat memberdayakan masyarakat sekitar dan pengusaha-pengusaha lokal.

“Tentu kami berharap bahwa kehadiran PT Vale dan mitranya bisa menerapkan pemberdayaan khususnya kepada pengusaha-pengusaha kami di Kabupaten Morowali,” pungkasnya.

Artikulli paraprakDemi Tesla, Pemerintah Minta Pengusaha Adopsi Standarisasi Tambang Bertanggung Jawab
Artikulli tjetërBakal Bangun HPAL, Eramet Bidik Eksplorasi Tambang Baru