Gandeng BASARNAS, United Tractors Perkuat Kesiapsiagaan Bencana melalui Pelatihan CSSR
PT United Tractors Tbk (UT) bekerja sama dengan BASARNAS menyelenggarakan Pelatihan Teknis Pencarian dan Pertolongan di Bangunan Runtuh/Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR).
Jakarta, TAMBANG - PT United Tractors Tbk (UT) bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Pencarian dan Pertolongan di Bangunan Runtuh/Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR).
Kegiatan ini ditujukan bagi personel rescue team dari UT dan Astra International sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya bencana gempa bumi.
Pelatihan dilaksanakan selama tujuh hari, pada 5-12 April 2026, bertempat di Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan BASARNAS, Cariu, Bogor. Program ini dirancang secara komprehensif melalui metode karantina, yang mencakup pembinaan fisik, kedisiplinan, ketahanan mental, serta penguatan materi teknis dan praktik lapangan.
Head of Corporate Communications and Sustainability Division UT, Dianwahyu Sri Purnomo, menyampaikan, pelatihan CSSR ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UT dalam membangun kapabilitas tim tanggap darurat yang andal dan profesional.
“Kami percaya bahwa kesiapsiagaan yang terlatih dengan baik akan menjadi kunci dalam meminimalkan risiko serta memberikan respons yang cepat dan tepat saat terjadi bencana,” ucapnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (15/4).
Deputy BASARNAS, Moh Barokna Haulah, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat keterampilan, ketangguhan mental, kerja sama tim, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat yang penuh tantangan dan risiko tinggi.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar dan berbagi pengalaman,” ucap dia dalam kesempatan yang sama.
Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu menjalani pelatihan fisik sebagai fondasi utama, kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi teknis dan praktik lapangan yang dilakukan secara intensif setiap hari.
Pada akhir program, peserta mengikuti uji kompetensi sebagai bentuk evaluasi atas pemahaman dan keterampilan yang telah diperoleh. Peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikasi sebagai bentuk pengakuan kompetensi.
Melalui pelatihan ini, UT berharap dapat terus meningkatkan kapabilitas tim tanggap darurat yang andal dan profesional, sehingga mampu memberikan respons cepat dan tepat dalam situasi bencana.