Gandeng Pemda, NHM Jalankan Program Penanganan Stunting di Lingkar Tambang Gosowong

NHM menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menjalankan program penanganan stunting di wilayah lingkar tambang Gosowong melalui inisiatif NHM Peduli.

Gandeng Pemda, NHM Jalankan Program Penanganan Stunting di Lingkar Tambang Gosowong
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG – NHM menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menjalankan program penanganan stunting di wilayah lingkar tambang Gosowong melalui inisiatif NHM Peduli. Program ini difokuskan pada balita sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan penurunan angka stunting nasional.

Program tersebut diarahkan untuk menekan jumlah kasus stunting di wilayah operasional perusahaan melalui pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus pemantauan perkembangan balita secara bertahap. Dalam pelaksanaannya, NHM berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Utara serta melibatkan partisipasi masyarakat setempat agar sejalan dengan kebijakan kesehatan pemerintah.

Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi bersama Dinas Kesehatan untuk memperoleh data balita penderita stunting dari enam puskesmas di sekitar wilayah tambang. Data tersebut kemudian diverifikasi melalui pengecekan lapangan oleh Koordinator Lapangan dan Tim Medis NHM Peduli guna memastikan kondisi aktual sasaran program.

Dokter Pendamping NHM Peduli, dr. Samsul, menjelaskan bahwa pendekatan program tidak hanya berfokus pada intervensi jangka pendek.

“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada pemberian asupan gizi, tetapi juga memastikan setiap anak dipantau perkembangannya secara berkala,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4).

Ia menambahkan, pemantauan berkala menjadi kunci agar intervensi yang diberikan tepat sasaran. “Dengan pemantauan yang konsisten, kami dapat menyesuaikan langkah penanganan dengan kondisi masing-masing anak,” katanya.

Sejak 23 April 2026, program mulai dijalankan dengan sejumlah kegiatan, antara lain pemberian susu formula dan makanan bergizi sesuai standar. Kegiatan ini turut melibatkan kader PKK di tingkat kecamatan dan desa dalam upaya memperkuat peran masyarakat dalam perbaikan gizi balita.

Istimewa.

Menurut dr. Samsul, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.

“Kami melibatkan kader PKK agar pendampingan di tingkat keluarga bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Setelah pemberian asupan selama 60 hari, NHM akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap status gizi dan kesehatan balita dengan melibatkan dokter spesialis.

“Evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan anak secara lebih mendalam, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembangnya,” ujar dr. Samsul.

Ia menegaskan, hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan.

“Dari hasil tersebut, kami dapat merancang tindak lanjut yang lebih tepat sasaran sehingga dampak program bisa lebih optimal dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Istimewa.