Beranda ENERGI Kelistrikan GE Pasok Teknologi Efisiensi ke Galuh Mas

GE Pasok Teknologi Efisiensi ke Galuh Mas

Jakarta-TAMBANG. Perusahaan teknologi kelistrikan, General Electric menjadi pemasok teknologi efisiensi energi listrik bagi pengembangan proyek Galuh Mas Combined Cooling, Heating, and Power (CCHP) di Karawang, Jawa Barat. GE akan memasok tiga unit GE Jenbacher dengan tipe J620 untuk memproduksi listrik dengan efisiensi tinggi.

 

Teknologi milik GE tersebut akan dibangun bersamaan pembangkit listrik tenaga gas berkapasitas 10 MW yang diprakarsai oleh perusahaan property Galuh Mas Dynamic Garden. Galuh Mas berperan menjadi perusahaan listrik semacam PLN bagi industri yang berada di wilayah mereka.

 

Direktur Strategi dan Pertumbuhan ASEAN, GE Distribusi Power, Made Wahyu Wiratma mengatakan, teknologi yang dipasok oleh perusahaannya memungkinkan penggunaan listrik menjadi lebih efisien. Cara ini akan menarik minat konsumen listrik dari kalangan industri yang kini berhadapan dengan mahalnya tarif listrik pasca subsidi listrik dicabut pemerintah.

 

“Sistem CCHP ini mampu menambah daya dengan memanfaatkan efisiensi. Ada insentif untuk pelaku industri agar lebih kompetitif di pasar,” kata Made di Jakarta, Kamis (11/12).

 

Selain itu dengan menggunakan mekanisme ini, Made mengatakan, akan memberikan keuntungan lain yakni kualitas energi yang lebih baik namun tetap ramah lingkungan. Ia menambahkan, proyek Galuh Mas CCHP merupakan percontohan bagi kawasan industri lain apabila ingin menerapkan hal serupa.

 

Namun menurutnya pemanfaatan teknologi ini tidak bisa dilakukan sama persis antara kawasan satu dengan lainnya. “Harus dilakukan kasus per kasus melalui formulasi yang beda setiap tempat,” jelasnya.

 

Sementara itu, Direktur Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Maritje Hutapea mengatakan CCHP sebetulnya bukanlah hal baru. Sejak sepuluh tahun lalu sudah pernah diterapkan namun tidak efektif karena saat itu industri masih mendapatkan subsidi listrik dari pemerintah. Menurutnya saat inilah yang tepat bagi pelaku industri beralih ke sistem ini untuk membantu peningkatan nilai ekonomi perusahaan.

 

“Selain itu sistem seperti ini bisa memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi gas ruma kaca,” ungkapnya.

Artikulli paraprakFilipina Siapkan Smelter Nikel Ketiga
Artikulli tjetërOtoritas Bursa Adopsi Kode Cadangan Mineral Indonesia