Gelar RUPS, PLN Rombak Direksi

Gelar RUPS, PLN Rombak Direksi

Jakarta, TAMBANG – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan perombakan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Kamis (14/5). Rapat berjalan dengan beberapa rentetan agenda, di antaranya pemberhentian, perubahan nomenklatur jabatan, pengalihan tugas, dan pengangkatan anggota direksi.

 

Rapat tersebut menetapkan :

 

  1. Muhammad Ikbal Nur sebagai sebagai Direktur Perencanaan Korporat
  2. Bob Saril sebagai Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan
  3. Rudy Hendra Prastowo sebagai Direktur Energy Primer
  4. Muhammad Ikhsan Asaad sebagai Direktur Mega Project.

 

Selain itu RUPS juga mengalihkan penugasan pejabat sebelumnya, yaitu :

 

  1. Syofvi Felienty Roekman semula Direktur Perencanaan Korporat menjadi Direktur Human Capital dan Management.
  2. Wiluyo Kusdwiharto semula Direktur Bisnis Regional Sumatera menjadi Direktur Bisnis Regional Sumatera Kalimantan.
  3. Syamsul Huda semula Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Kalimantan menjadi Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.

 

Dengan penetapan ini maka susunan direksi PLN menjadi :

 

  1. Zulkifli Zaini sebagai Direktur Utama PLN.
  2. Darmawan Prasodjo sebagai Wakil Direktur Utama PLN.
  3. Sinthya Roesly sebagai Direktur Keuangan.
  4. Syofvi Felienty Roekman sebagai Direktur Human Capital dan Management.
  5. Muhammad Ikbal Nur sebagai sebagai Direktur Perencanaan Korporat.
  6. Bob Saril sebagai Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan.
  7. Rudy Hendra Prastowo sebagai Direktur Energy Primer.
  8. Muhammad Ikhsan Asaad sebagai Direktur Mega Project.
  9. Wiluyo Kusdwiharto sebagai Direktur Bisnis Regional Sumatera Kalimantan.
  10. Syamsul Huda sebagai Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.
  11. Haryanto W.S. sebagai Direktur Bisnis Regional Jawa,Madura dan Bali.

 

 


Note: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Komentar tidak boleh mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, fitnah, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Redaksi berhak menyunting komentar yang dikirim, tanpa mengubah makna.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close