GKP Reklamasi 23,75 Hektare hingga Triwulan I 2026 di Pulau Wawonii

Hingga Triwulan I 2026, PT Gema Kreasi Perdana (GKP) telah merealisasikan reklamasi lahan pascatambang seluas 23,75 hektare di Pulau Wawonii.

GKP Reklamasi 23,75 Hektare hingga Triwulan I 2026 di Pulau Wawonii

Jakarta, TAMBANG - Hingga Triwulan I 2026, PT Gema Kreasi Perdana (GKP) telah merealisasikan reklamasi lahan pascatambang seluas 23,75 hektare. Ini menandai progres berkelanjutan dalam upaya pemulihan dan pengelolaan lingkungan di wilayah operasionalnya di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Praktik reklamasi yang dilakukan oleh PT GKP ini tak hanya terfokus pada luasan lahan, tetapi juga kualitas dan kuantitas vegetasi yang ditanam. Sepanjang periode tersebut, perusahaan telah menanam sebanyak 19.792 bibit pohon dengan komposisi jenis tanaman lokal lebih dari 40 persen.

Environment & Forestry Superintendent PT GKP, Badrus Soleh, menekankan bahwa capaian reklamasi perusahaan hingga Triwulan I 2026 merupakan bagian dari progres yang dirancang secara bertahap, berkelanjutan, dan terukur.

“Setiap kegiatan reklamasi ini, kami rancang dengan target yang jelas dan indikator yang terukur. Mulai dari luasan lahan, jumlah dan komposisi tanaman, hingga tingkat keberhasilan tumbuh. Dengan pendekatan ini, kami dapat memastikan bahwa pemulihan lahan pascatambang berjalan konsisten dari waktu ke waktu, bukan bersifat sporadis,” ujar dia, dikutip dalam keterangan resmi, Kamis (23/4).

Ia menambahkan, pendekatan tersebut juga memungkinkan perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas reklamasi, tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga efektivitas dalam mendukung pemulihan fungsi lingkungan.

“Progres yang kami capai hingga sekarang ini menjadi bagian dari tahapan jangka panjang. Kami terus melakukan evaluasi berbasis data agar setiap area reklamasi dapat berkembang menuju kondisi ekosistem yang lebih stabil dan produktif,” tambah Badrus.

Dari sisi independen, penilaian positif juga datang dari kalangan akademisi dan peneliti. Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Haluoleo (UHO) dan juga Peneliti Biodiversitas Pulau Wawonii, Prof. Faisal Danu Tuheteru, menilai bahwa upaya reklamasi yang dilakukan PT GKP menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya melihat langsung perusahaan ini memiliki komitmen yang tinggi untuk pemulihan lingkungan. Dari pengamatan kami disana sejak tahun 2023 sampai dengan tahun 2025, kami melihat perkembangan reklamasi yang sangat progresif,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, progres tersebut terlihat dari dua aspek utama. Pertama, peningkatan luasan reklamasi yang terus bertambah setiap tahun seiring dengan aktivitas tambang. Kedua, semakin beragamnya jenis tanaman yang digunakan.  

“Di tahun 2023, waktu awal kami masuk, yang ditanam hanya jenis sengon dan sengon buto. Namun, pada pemantauan terakhir November 2025, jenisnya sudah jauh lebih beragam, seperti bintangur, jabon merah, hingga cemara laut,” jelas Prof. Danu.

Keberagaman jenis tanaman ini, menurut Prof. Danu, merupakan langkah penting dalam membangun kembali ekosistem yang lebih stabil dan mendekati kondisi alaminya.

Selain itu, praktik reklamasi PT GKP juga didukung oleh data ilmiah hasil pemantauan biodiversitas. Dari hasil kajian, tercatat setidaknya 114 jenis tumbuhan yang menjadi basis referensi dalam pengelolaan lingkungan perusahaan.

“Data flora dan fauna ini sangat penting. Kami berharap data 114 jenis tumbuhan tersebut dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam memilih jenis tanaman untuk mendukung kegiatan reklamasi,” tambahnya.

Ia juga mendorong agar perusahaan terus meningkatkan penggunaan tanaman endemik dan spesies yang memiliki tingkat keterancaman tinggi, sebagai bagian dari upaya konservasi jangka panjang.

“Perusahaan tambang diharapkan dapat memproduksi bibit dari jenis-jenis lokal, termasuk yang terancam, untuk kemudian ditanam kembali di area reklamasi. Apalagi PT GKP telah memiliki nursery yang layak dengan produktivitas baik,” pungkasnya.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin
Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Di tengah semakin besarnya peran energi baru dan terbarukan dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, membangun teknologi dan infrastruktur saja tidak cukup. Bagi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), kepercayaan dari para pemangku kepentingan menjadi modal yang sama pentingnya untuk memastikan setiap langkah transformasi berjalan dengan baik. Kepercayaan

By Egenius Soda