HBA Juni Turun Jadi USD 191,26 per Ton

hilirisasi bumi
ilustrasi
Jakarta, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) berkalori tinggi dengan kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR sebesar USD191,26 per ton. Angka ini turun sebesar USD14,9 dari bulan Mei yang sebesar USD206.16 per ton. Harga jual batu bara berkalori tinggi menjadi patokan dalam penyediaan listrik untuk kepentingan umum, pemenuhan bahan baku atau bahan bakar di industri dalam negeri selain industri pengolahan dan atau pemurnian mineral logam. Batu bara kelas I dengan kalor 5.200 kcal/kg GAR dipatok sebesar USD112,59 per ton. Angka ini turun sebesar USD7,05 per ton dari bulan lalu yang mencapai USD119,64 per ton. Sementara HBA kelas II dengan kesetaraan kalor 4.200 kcal/kg GAR dibandrol sebesar USD78,35 per ton.  Angka ini juga turun sebesar 3,88 per ton dari harga sebelumnya yang mencapai USD82,23 per ton. Diketahui, aturan ini ditetapkan melalui keputusan menteri ESDM nomor 119 .K/MB.01/MEM.B/2023. HBA dibentuk dari rata-rata realisasi harga jual batu bara dua bulan sebelumnya, dengan proporsi 70% dari realisasi harga satu bulan sebelumnya. Di samping itu, pembentukan HBA diambil dari 30% realisasi harga dua bulan sebelumnya berdasarkan data realisasi penjualan batu bara yang disampaikan oleh Badan Usaha Pertambangan pada saat pemenuhan kewajiban pembayaran royalti batu bara.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin