Hexagon Ajak Praktisi Tambang Perkuat Pengembangan Fleet Management System

Hexagon Ajak Praktisi Tambang Perkuat Pengembangan Fleet Management System
Vice President Hexagon Mining APAC, Simon Stone dalam acara Hexagon Regional Mining Forum

Jakarta, TAMBANG – Perusahaan penyedia solusi teknologi digital, Hexagon mengajak praktisi pertambangan untuk memperkuat pengembangan sistem pengelolaan armada atau fleet management system. Pasalnya, dari berbagai opsi digitalisasi yang ada, fleet management system menjadi bidang yang paling jamak diadopsi oleh perusahaan tambang.

Namun demikian, sumber daya manusia yang ahli di bidang fleet management system sejauh ini masih minim di Indonesia. Berbeda dengan bidang pengeboran dan peledakan atau drill and blast, yang kini sudah jauh lebih berkembang, bahkan ada tahapan kompetensi hingga sertifikasi.

“Setiap tahun, Hexagon menyelenggaran pertemuan dengan user untuk terus mendorong penguatan implementasi teknologi di pertambangan, termasuk fleet management system. Kita ingin menginisiasi forum expert di bidang fleet management system, sehingga bisa mempermudah mining engineer di Indonesia untuk mengembangkan teknologi,” ungkap Vice President Hexagon Mining APAC, Simon Stone dalam acara Hexagon Regional Mining Forum melalui keterangan resminya, Rabu (16/11).

Menurutnya, fleet management system sangat berguna untuk mengoptimalkan operasi produksi dan efisiensi pertambangan. Salah satunya, berperan mereduksi konsumsi bahan bakar. Bagi pelaku usaha, bahan bakar menempati posisi signifikan dalam struktur biaya operasional, yang porsinya mencapai 60 persen sampai 70 persen.

Pada saat yang sama, operasional pertambangan terus didorong untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan, terutama soal dampak lingkungan. Perusahaan tambang tak hanya dituntut untuk terus meningkatkan produktivitas, tetapi juga dituntut untuk mereduksi emisi.

“Kami membantu pelaku usaha untuk berkontribusi terhadap dunia yang lebih baik. Kami mengembangkan teknologi masa depan yang berkelanjutan,” beber Simon.

Operasional pertambangan memiliki mata rantai yang kompleks. Proses dan alur kerja atau workflow yang rumit menjadi tantangan tersendiri.

Untuk menjawab itu, Hexagon menawarkan solusi digitalisasi yang dapat dioperasikan oleh siapa saja dan dari mana saja. Digitalisasi tersebut disediakan melalui single platform yang terintegrasi pada seluruh rantai operasi pertambangan.

“Kita punya yang namanya single sensor ecosystem, yang terhubung dengan one user experience, one cloud, dan effortsless application,” tegas Simon.

Hexagon Regional Mining Forum di Jakarta

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda