Hingga Semester I, Penerimaan Negara Dari Sektor Minerba Sebesar Rp32,4 Triliun

Hingga Semester I, Penerimaan Negara Dari Sektor Minerba Sebesar Rp32,4 Triliun

Jakarta-TAMBANG. Sektor Mineral dan batu bara kembali menunjukkan kinerja positif khusus terkait kontribusi bagi penerimaan negara. Dalam paparan kinerja yang disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara, Bambang Gatot Ariyono terlihat penerimaan negara dari sub sektor Minerba telah mencapai Rp 18,27 Triliun (56%). Sementara target sampai akhir tahun sebesar Rp. 32,4 triliun. Menurut Dirjen Minerba kenaikan ini lebih karena peningkatan kepatuhan pembayaran kewajiban perusahaan.

“Penerimaan negara kita itu targetnya Rp32,4 trilun, kita sudah selesai Rp18,27 triliun di bulan Juni, kalau sekarang sudah sekitar Rp21 triliun atau per hari ini sudah 65%. Bandingkan dengan realisasi tahun 2016 itu Rp 7,21 triliun,” tandas Bambang.

Capaian investasi sektor mineral dan batubara hingga semester I tahun 2017 baru mencapai US$ 2,5 miliar atau 36% dari target hingga akhir tahun sebesar mencapai US$ 6,9 miliar. “Realisasi investasi 2017 akan meningkat setelah Kontrak Karya (KK), Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) menyelesaikan kewajibannya, apalagi kalau Freeport selesai akan luar biasa tambahan investasinya,” pungkas Bambang.

Kemudian terkait reklamasi, dari target 6.800 ha yang sudah tercapai yakni 1.921 ha atau 28%. Menurut Bambang tren reklamasi biasanya selesai akhir semester II. “Bentuknya J curve, jadi di akhir akan selesai secara tajam,” terang Bambang.

Aspek lain selain penerimaan negara terkait pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter). “Saat ini pembangunan smelter telah mencapai 50% dari target 2017 yaitu 2 unit per tahun dimana targetnya 4 unit per tahun. Target 2017 berbeda dengan target 2016. Pada sisa 2 target smelter di tahun 2016 akan selesai di tahun 2017, dan akan tetap dihitung sebagai kinerja untuk tahun 2016,” ungkap Bambang.


Close
Close