HUT ke-31, PAMA Bangun Masa Depan Lewat Inovasi dan Resiliensi

PAMA Inovasi
Peringatan HUT ke-31 PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Jakarta, TAMBANG – Kontraktor pertambangan dan produsen energi nomor satu, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) berkomitmen membangun masa depan lewat inovasi dan resiliensi. Hal ini tertuang dalam tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 yakni Innovation and Resilience for the Future.

Direktur PAMA, Ari Sutrisno menyebut tema ini menekankan pentingnya ketangguhan dalam berusaha dengan senantiasa melakukan inovasi menuju keberlangsungan di masa depan serta menjadi inspirasi dan rasional kreatif sebagai.

“Tema ini mengandung arti ketangguhan dalam berusaha dengan senantiasa melakukan inovasi menuju keberlangsungan di masa depan serta menjadi inspirasi dan rasional kreatif,” ungkap Ari dalam keterangannya, Senin (30/9).

Ari juga menyampaikan pesan bagaimana membentuk karakter diri yang baik agar bisa terus berkembang terutama dengan kondisi Perusahaan yang sangat dinamis seperti saat ini.

“Untuk suatu perubahan, tidak harus dimulai dengan hal yang muluk-muluk, seperti memikirkan bagaimana kita perlu membuat piramida yang besar. Cukup lebih baik saja dari hari ini dan begitu selanjutnya di hari-hari berikutnya, maka suatu saat kita akan menemukan piramida itu sendiri,” imbuh Ari.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) ini, perjalanan menuju sukses selalu membawa diri pada dua kemungkinan. Pertama, sukses by luck (karena keberuntungan), di mana diri bisa saja mencapai hasil yang baik, tetapi dengan proses yang kurang terstruktur atau tidak optimal.

‘Mama Hebat’, Strategi Pamapersada Nusantara Entaskan Angka Stunting di Jakarta

“Dengan kata lain, kesuksesan semacam ini masih membutuhkan banyak penyesuaian dan perbaikan pada level leading indicator agar lebih konsisten di masa depan,” ucapnya.

Kedua, sukses by design (berdasarkan desain). Pada kondisi ini, baik leading maupun lagging indicator menunjukkan kinerja yang solid. Semua proses berjalan sesuai rencana dan berhasil meraih hasil yang diharapkan. “Ini adalah bentuk sukses yang lebih stabil dan dapat dipertahankan,” bebernya,” jelas Ari.

Di akhir, Ari menyampaikan bahwa PAMA kedepan akan menjadi Perusahaan yang terus adaptif (resiliensi) dan selalu mengedepankan ESG sebagai landasan dalam berbisnis. Sehingga, bisa terus bermanfaat dan berkontribusi bagi masyarakat sekitar dan Indonesia

Sebagai informasi, peringatan HUT ke-31 PAMA dibagi menjadi 2 rangkaian yaitu, syukuran pada tanggal 27 September dan puncak acara pada tanggal 3 Oktober. Semua rangkaian kegiatan HUT ke-31 ini dilaksanakan di Jakarta.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda