IMERC 2026 Ditutup Meriah, Tim ERT PTFI Kembali Jadi Juara Umum
Jakarta,TAMBANG,- Jakarta,TAMBANG,- Setelah berlangsung selama empat hari, Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 akhirnya ditutup. Closing Ceremony berlangsung meriah yang dibuka penampilan pemusik, produsen dan komposer Alffy Rev.
Mengusung tema "Face Up", IMERC 2026 dengan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) sebagai tuan rumah mengajak seluruh peserta untuk senantiasa siap menghadapi berbagai tantangan keselamatan yang semakin kompleks. Peningkatan kualitas dilakukan melalui peningkatan kompetensi, keterampilan, dan semangat untuk terus belajar. Semangat tersebut tidak hanya ditujukan bagi para Emergency Response Team, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya keselamatan, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutan pembukaan, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan IMERC dirancang sebagai ruang bagi para rescuer untuk mengasah kemampuan sekaligus belajar dari tim lain.
“IMERC menjadi proses pembelajaran bersama dalam mengasah kemampuan teknis, memperkuat koordinasi, menguji pengambilan keputusan, serta membangun kepercayaan antara anggota tim,” ujar Tri Winarno.
Ia juga menekankan agar pengalaman selama kompetisi tidak berhenti di arena. Kemampuan tersebut perlu dibawa kembali ke perusahaan dan diterapkan untuk memperkuat sistem keselamatan serta kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
“Pada akhirnya keberhasilan sebuah tim tanggap darurat tidak hanya diukur dari capaian pada arena kompetisi, tetapi dari kesiapan dan kemampuan ketika keadaan darurat betul-betul terjadi,” ungkapnya.

Setelah rangkaian perlombaan yang berlangsung meriah, kompetitif namun penuh persaudaraan, IMERC 2026 resmi dalam acara closing ceremony yang meriah. Di penghujung acara diumumkan para pemenang untuk 6 kategori. Tim ERT dari PT Freeport Indonesia kembali membawa pulang piala bergilir Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 setelah menjadi juara umum. Dalam kompetisi tanggap darurat yang mempertemukan 24 Emergency Response Team (ERT) dari Indonesia dan Australia.
Freeport Indonesia menempati posisi teratas klasemen akhir, disusul PT Berau Coal di posisi kedua dan PT Cipta Kridatama di peringkat ketiga. Pengumuman pemenang dilakukan dalam penutupan IMERC 2026 di Ballroom Hotel Platinum Balikpapan, Minggu (9/8/).
Selama empat hari, para peserta diuji melalui delapan kategori yang mensimulasikan berbagai kondisi darurat. Tantangan mencakup penyelamatan kecelakaan lalu lintas, ruang terbatas, penyelamatan vertikal, pemadaman kebakaran struktural, penyelamatan bawah air, hingga kemampuan individu.
Dalam kompetisi tahun ini, Freeport Indonesia menjadi yang terbaik pada empat kategori, yakni Under Water Rescue & Recovery, Individual Skill, Road Crash Rescue, dan Structural Fire Fighting.
PT Cipta Kridatama meraih posisi pertama pada Fire Fighter Combat Challenge. Sementara PT Vale Indonesia menjadi juara Confined Space Rescue. Dua kategori lainnya, Theory Test dan Vertical Rescue, masing-masing dimenangkan PT Berau Coal.
Sejumlah penghargaan khusus juga diberikan. PT Petrosea Tbk meraih Best Team Spirit dan Best Team Safety. Best Captain serta Best Medic diberikan kepada PT Freeport Indonesia, sedangkan Northern Star Resources meraih Best SCBA.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan kompetensi merupakan ukuran yang lebih penting daripada sekadar kemenangan dalam kompetisi.
“Kemenangan terbesar dari kegiatan ini bukan semata-mata siapa yang akan menjadi juara, tetapi bagaimana kita mampu membentuk rescuer Indonesia yang semakin kompeten, tangguh, profesional dan siap melaksanakan tugas di lapangan,” ujar Yudhi Bramantyo.
Menurut Yudhi, penguatan kapasitas rescuer membutuhkan kolaborasi pemerintah, industri, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat. Ia juga menyatakan dukungan Basarnas terhadap keberlanjutan IMERC sebagai wadah peningkatan kompetensi dan jejaring emergency response.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Garuda Rescue Nusantara, Joko Tri Raharjo, mengatakan berakhirnya kompetisi justru menjadi momentum bagi peserta untuk menerapkan pengalaman yang diperoleh selama IMERC.
“Pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama IMERC diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperkuat kesiapsiagaan, baik di tempat tugas masing-masing dan juga bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Joko Tri.
Ia menegaskan Garuda Rescue Nusantara akan terus mengembangkan IMERC sebagai platform kolaborasi dan pembelajaran untuk membangun ekosistem tanggap darurat yang andal, profesional, adaptif, dan berkelanjutan.