Impor Komponen Pembangkit Listrik Bebas Bea Masuk

Impor Komponen Pembangkit Listrik Bebas Bea Masuk
Ilustrasi

Jakarta - TAMBANG. Guna mendorong percepatan proyek kelistrikan, pemerintah kini menyiapkan bonus berupa pembebasan bea masuk komponen pembangkit listrik. Target pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) memang dikejar agar rampung dalam waktu 5 tahun.

“Kementerian Keuangan sedang menyiapkan peraturan, dan kewenangan ini dilimpahkan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” ungkap Fuad Muftie, Kepala Seksi Pembebasan III Direktorat Fasilitas Kepabeanan Bea-Cukai, di kantor BPKM, Rabu (11/3).

Ia menjelaskan bahwa kewenangan tersebut dilimpahkan kepada BKPM agar dapat mempercepat durasi pengadaan komponen listrik hingga setengahnya. Dari proses yang sebelumnya memerlukan 15 hari, diharapkan bisa dipangkas menjadi hanya 7 hari. Selain itu, BKPM juga mendapat pelimpahan atas urusan pembebasan bea masuk impor mesin serta barang dan bahan pengembangan industri. Artinya, ini akan melengkapi kewenangan BKPM untuk menangani perizinan investasi kelistrikan.

Sementara itu, Farah Ratnadewi Indriani, Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM, memberikan konfirmasi bahwa durasi perizinan listrik telah dipercepat. Bila sebelumnya bisa memakan waktu hingga tiga tahun, pihaknya kini bisa merampungkan perizinan hanya dalam waktu 8 bulan.

Terkait soal tumpang tindih kewenangan dan ego sektoral, Farah mengaku telah permasalahan sudah teratasi. Hasilnya adalah penyederhanaan izin lokasi, izin pinjam pakai kawasan hutan, izi mendirikan bangunan, serta izin lingkungan.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda