Beranda Tambang Today Inalum dan Antam Canangkan Proyek Hilirisasi Bauksit

Inalum dan Antam Canangkan Proyek Hilirisasi Bauksit

Mempawah, TAMBANG – PT Indonesia Asahan Aluminum (Persero) kerja sama dengan PT Antam Tbk melalui anak usaha patungan mereka PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), melakukan pencanangan pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery di Desa Bukit Batu, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

 

Menteri BUMN, Rini M. Soemarno mengungkapkan, kehadiran pengembangan industri pengolahan bauksit menjadi alumina di Mempawah ini harus memiliki manfaat bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat daerah setempat. Sinergi BUMN sangat diperlukan untuk membangun mata rantai industri dari hulu ke hilir yang terintegrasi.

 

“Saya sangat menyambut baik pencanangan ini. Kita patut berbangga karena proyek ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk memperkuat basis industri pertambangan dalam negeri, hiliriasi produk bauksit menjadi alumina di Kalimantan Barat ini,” ungkap Rini dalam keterangan resmi, Kamis (4/4).

 

Rini menjelaskan, Indonesia masih harus mengirimkan bauksit kita ke negara-negara lain untuk diolah sebelum dikirim kembali ke Indonesia. Ke depan, pemerintah Indonesia bertekad untuk memaksimalkan nilai tambah bauksit dan juga bahan-bahan tambang lainnya di dalam negeri.

 

Pasalnya Indonesia memiliki cadangan bauksit terbesar keenam di dunia. Sehingga proyek ini akan mengurangi ekspor mineral mentah dan sekaligus ketergantungan impor untuk sumber bahan baku untuk produksi aluminium.

 

Ketua DPD RI, Oesman Sapta Oedang yang juga hadir dalam pencanangan mengungkapkan, pengembangan industri pengolahan bauksit menjadi alumina ini, juga akan mendorong lahirnya potensi investasi lainnya di masa depan.

 

“Misalnya dalam bentuk pengembangan industri-industri terkait alumina-aluminium based dan diversifikasinya, yang kesemuanya itu sepenuhnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan negara Indonesia secara umum, dan bagi masyarakat sekitar secara khusus.” ungkap Oesman Sapta Oedang.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Inalum (Persero), Budi G. Sadikin mengatakan, pencanangan pabrik pemurnian alumina adalah bagian upaya melaksanakan salah satu mandat Holding Industri Pertambangan, yakni mendorong hilirisasi produk tambang. Nantinya Inalum, yang memiliki satu-satunya pabrik pemurnian aluminium di Indonesia, akan mendapatkan pasokan alumina dari dalam negeri. Di mana penghematan yang dilakukan Inalum dapat mencapai USD200 juta.

 

“Selain akan mengurangi defisit transaksi berjalan dan memperkuat nilai tukar rupiah, proyek ini juga memiliki berbagai manfaat yang dapat dirasakan oleh semua pihak, khususnya masyarakat Kalimantan Barat,” kata Budi.

 

Hal senada diungkapkan Direktur Utama ANTAM, Arie Prabowo Ariotedjo.  Menurutnya proyek Smelter Grade Alumina Refinery adalah proyek pengembangan strategis bagi Indonesia. Sebagai perusahaan dengan sumber daya bauksit yang signifikan, ANTAM berupaya mewujudkan nilai tambah komoditas mineral yang dimiliki, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

 

Rencananya, proyek pembangunan Pabrik Alumina yang akan dikelola oleh PT BAI akan dibangun diatas lahan seluas 288 Ha di tiga Desa di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek Pengolahan Smelter Grade Alumina ini, akan memiliki kapasitas awal sebesar 1 juta ton per tahun. Proyek ini juga akan dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara sebesar 3 x 25 MW.

 

Investasi proyek ini diperkirakan akan mencapai USD 850 Juta (termasuk IDC dan Modal Kerja) dan ditargetkan mulai berproduksi di awal tahun 2022.

 

Pencanangan dihadiri oleh Ketua DPD RI Oesman Sapta Oedang, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Anggota Komisi VII DPR RI Katherine A. Oendoen dan Maman Abdurahman, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, dan Bupati Mempawah Gusti Ramlana.

 

Selain itu, hadir Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Budi G. Sadikin, Direktur Utama PT ANTAM Tbk Arie Ariotedjo, Plt. Direktur Utama PT BAI Bambang Wijanarko, serta pra pejabat daerah Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak.

Artikulli paraprakKESDM Lantik Dua Pejabat SKK Migas
Artikulli tjetërMakin Terkikis, HBA April USD88,85 Per Ton