Beranda ENERGI Energi Terbarukan Indonesia Tuan Rumah Kongres Energi Terbarukan Dunia

Indonesia Tuan Rumah Kongres Energi Terbarukan Dunia

Jakarta-TAMBANG. Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah dari Kongres Energi Terbarukan dunia yang ke-15 pada 19-23 September 2016. Kongres yang mengusung tema “sustainable energy for all and all for sustainable energy,” akan dihadiri kurang lebih 1000 orang peserta dari 68 negera anggota. Sebagai penyelenggara Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) bekerja sama dengan World Renewable Energy Network (WREN) yang berpusat di London.

 

Ketua Panitia penyelenggara, Herman Darnel Ibrahin mengatakan kongres ini akan melibatkan banyak pihak mulai dari kalangan pemerintah, pebisnis , pakar, organisasi masyarakat madani, investor dan lembaga keuangan.

 

“Mereka akan berbagi pengalaman pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan dan upaya efisiensi energi,”terang Herman dalam peluncuran persiapan kongres Energi Terbarukan Dunia ke-15 di Jakarta.

 

Dalam kegiatan yang akan dilaksanakan di Jakarta Convention Center tersebut juga akan diadakan pameran terkait energi terbarukan. Diharapkan yang berpartisipasi dalam pameran teresebut kalangan industri, lembaga penelitian, innovator teknologi yang bisa menerangkan capaian terkini dalam bidang energi terbarukan dan praktek efisiensi dan konservasi energi kelas dunia.

 

Herman juga menegaskan penyelenggaraan WREC2016 di Jakarta akan diupayakan mengikuti kaidah-kaidah  “hijau”dengan menghindari pemborosan energi langsung selama kongres berlangsung. Dalam peluncuran persiapan WREC 2016, Herman menyampaikan bahwa selama pameran berlangsung akan dibahas juga berbagai topik antara lain, sistem energi matahari, angin, air, laut, panas bumi, nabati, efesiensi dan konversi energi, integrasi energi.

 

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Rachmat Gobel menuturkan, “Pertemuan akbar ini akan menjadi momentum pemicu dalam pemanfaatan energi terbarukan yang lebih massif dan konsisten sehingga dapat memberi dampak efektif untuk mengurangi ketergantungan energi fosil, serta berdampak positif terhadap lingkungan” kata Rachmat yang juga Menteri Perdagangan.

 

 

Artikulli paraprakRevisi UU Migas, Menteri ESDM Rela Wewenangnya Dipangkas
Artikulli tjetërPasokan Energi Diprioritaskan Dalam Pembangunan Kawasan Industri