Beranda ENERGI Migas Industri Dukung Pembatasan Trader Gas

Industri Dukung Pembatasan Trader Gas

Jakarta-TAMBANG. Pelaku industri manufaktur menyambut penuh rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mewajibkan setiap trader gas membangun pipa. Cara itu dinilai akan membuat jumlah trader gas akan berkurang. Hanya yang memiliki modal kuat yang bisa bertahan.

 

Ahmad Safiun, Ketua Forum Industri Pengguna Gas Alam memberikan dukungan penuh apabila pemerintah serius mewajibkan trader untuk membangun pipa. Keberadaan trader itu dianggap hanya mencari rente dan mengganggu sektor industri untuk mendapatkan alokasi gas dengan harga terjangkau.

 

“Keberadaan mereka sangat menggaggu karena hanya berperan sebagai calo,” ungkap Safiun ketika dihubungi Majalah TAMBANG, Jumat (13/3).

 

Untuk mendapatkan pasokan gas, pelaku industri manufaktur, kata Safiun selalu membeli gas dari trader yang memiliki fasilitas baik pipa maupun gas kompresi dalam tabung (CNG). Namun menyempurnakan infrastruktur pipa tetap harus menjadi prioritas pemerintah terutama pada wilayah yang memiliki kawasan industri.

 

Ia meyakini perusahaan seperti Pertamina Gas atau PGN memiliki keinginan besar untuk berinvestasi di fasilitas pipa. Syaratnya, pemerintah harus memberikan jaminan kepada mereka bahwa ada alokasi gas yang cukup dan memiliki nilai keekonomian yang cukup.

 

“Kalau tidak dijamin buat apa mereka bangun pipa. Jangan sampai pipa itu cuma untuk semut lewat,” candanya.

 

Sebagai informasi, dalam peta jalan infrastruktur gas 2014-2030, jaringan pipa open access di tahun ini ditargetkan bertambah menjadi 4.229 Km, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 yang baru mencapai 3.476 Km. Hingga tahun 2030, pipa open access ditargetkan mencapai 12.580 Km.

 

Saat ini pipa dedicated hilir masih mendominasi dengan total mencapai 7.987 Km yang terbentang di wilayah Sumatera dan Jawa. 44,4% di antaranya milik PGN, sisanya dikuasai oleh Pertamina Gas, PLN, dan perusahaan swasta lain.  Kementerian ESDM pun menyatakan akan memprioritas pembangunan pipa dengan skema open access sebagai jalan keluar dari permasalahan industri yang menggantungkan hidupnya pada gas alam.

Artikulli paraprakTambang Emas Borneo Akan Masuk Bursa Hong Kong
Artikulli tjetërPengusaha Kapal Keberatan Bila Aturan PPh Final Diubah