Beranda Komoditi Industri Pengolahan Aluminium Milik Alcoa Kembali Berlaba

Industri Pengolahan Aluminium Milik Alcoa Kembali Berlaba

Australia, TAMBANG. ALCOA, perusahaan dari New York yang menjadi produsen terbesar aluminium di dunia, melaporkan mendapat laba US$ 195 juta, kuartal pertama tahun ini. Tahun lalu, Alcoa merugi US$ 178 juta. Penerimaan Alcoa bertambah 6,7% menjadi $5,82 miliar.

 

Koran The Australian, dalam penerbitannya hari ini melaporkan, Alcoa merupakan perusahaan besar Amerika pertama yang melaporkan neraca tahunan. Alcoa menghasilkan aluminium untuk industri mobil dan suku cadang pesawat terbang. Unit pengolahan dan pemurnian juga memberikan laba. Kuartal pertama ini mendapatkan pemasukan US$ 187 juta, dibandingkan rugi US$ 15 juta tahun lalu.

 

Sumber keuntungan lain adalah kenaikan harga penjualan, naik 10% menjadi US$ 2.420 per ton.

 

Keuntungan untuk unit smelter berasal dari kurs, biaya energi yang murah di Spanyol, serta perbaikan produktivitas. Alcoa menjual produknya dalam mata uang dollar, tetapi industri pengolahannya di luar Amerika Serikat. Rendahnya nilai mata uang di negara tempat Alcoa punya industri, memberi keuntungan besar bagi Alcoa.

 

Kepala Eksekutif Klaus Kleinfeld mengatakan, berbagai tindakan yang dilakukan berhasil membuat industri aluminiumnya menjadi lebih kompetitif. Alcoa memangkas biaya dengan menutup smelter di Australia, Amerika Serikat, dan Eropa, yang kesemuanya membutuhkan ongkos tinggi buat energi.

 

Maret lalu, Alcoa memangkas kapasitas smelternya sebanyak 500.000 ton, atau 14% dari kapasitas total. Bila dihitung sejak 2007, Alcoa telah memangkas 1,3 juta ton kapasitas smelternya, atau 31% dari ‘’smelter yang biayanya paling tinggi di dunia.’’

 

Dalam perhitungan Alcoa, permintaan aluminium tahun ini naik 9%, menjadi 54 juta ton.

 

Divisi produk lembaran, yang membuat lembaran aluminium untuk otomotif dan industri alat makanan, melaporkan penghasilannya menjadi US$ 34 juta, turun 42% ketimbang setahun lalu.

 

Alcoa menyebut, terjadi kelebihan pasokan dalam industri pengemasan.

 

Unit operasi Alcoa di Australia sebanyak 60% dimiliki oleh Alcoa, dan 40% sisanya dimiliki Alumina Limited. Alcoa mengoperasikan dua tambang bauksit dan tiga industri pengolahan alumina di Australia Barat, dua smelter aluminium, satu tambang batu bara, dan sebuah pembangkit listrik di Victoria.

 

Foto: Batangan aluminium di gudang milik Alcoa, di Portland, Australia.

Sumber foto: www.theaustralian.com.au

Artikulli paraprakPekan Depan Pertamina, Total dan Inpex Akan Teken Perjanjian
Artikulli tjetërDorong Efisiensi, KKKS Sebaiknya Berbagi Fasilitas Penunjang