Inilah 22 Komoditas Mineral Strategis Yang Ditetapkan Pemerintah

Gakkum ESDM

Jakarta,TAMBANG,-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif telah menetapkan beberapa komoditi sebagai mineral Strategis. Penetapan komoditas ini tertuang dalam  Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No.69.K/MK.01/MEM.B/ 2024 Tentang Penetapan Jenis Komoditas yang Tergolong Dalam Klasifikasi Mineral Kritis.

Dalam beleid ini ditegaskan bahwa jenis komoditas yang tergolong dalam klasifikasi mineral strategis merupakan bagian tidak terpisahkan. Kemudian disebut mineral strategis karena memiliki nilai strategis sebagai bahan baku dalam optimalisasi hilirisasi mineral di dalam negeri mulai dari pengembangan industri strategis yang mendukung peningkatan daya saing perdagangan global, pendapatan negara, dan perekonomian nasional.

Ada beberapa kriteria yang digunakan pemerintah dalam mengelompok suatu komoditi tambang sebagai mineral kritis. Pertama, mineral yang menjadi bahan baku industri strategis antara lain industri farmasi, kosmetik, dan alat kesehatan (industri kesehatan), industri alat transportasi (industri kendaraan listrik), industri pembangkit energi (industri sel surya), dan industri barang modal. Juga yang terkait dengan komponen, bahan penolong dan jasa industri, industri elektronika dan telematika/ICT, industri logam dasar dan bahan galian bukan logam (industri pertahanan).

Kedua, mineral yang memiliki potensi mengendalikan pasar global melalui dominasi sumber daya dan/atau cadangan. Ketiga, mineral yang memiliki memiliki kontribusi penerimaan negara yang besar dalam sektor pertambangan mineral. Lalu keempat  mineral yang memiliki kontribusi dominan terhadap cadangan devisa negara; dan/atau keenam mineral yang dipergunakan secara masif untuk industri strategis.

Ditegaskan pula dalam aturan yang diundangkan pada 1 April ini bahwa aturan ini bisa menjadi acuan bagi Kementerian/Lembaga, dan Pemerintah Daerah Provinsi untuk memberikan pengaturan dan kebijakan terkait tata kelola dan tata niaga pertambangan mineral. Juga industri berbasis mineral dan mineral ikutannya, termasuk sisa hasil pengolahan dan pemurnian.

Selain itu, aturan tersebut juga bisa digunakan sebagai pertimbangan dalam upaya riset dan inovasi, dalam penentuan kebijakan fiskal di bidang pertambangan mineral, serta dalam kebijakan kerja sama internasional.

Berikut ini 22 komoditas yang masuk dalam kelompok Mineral Strategis.

NoMineral StrategisJenis Komoditas
1AluminiumBauksit
2AntimoniAntimoni
3BesiBijih Besi, Pasir Besi
4EmasEmas
5FosforFosfat
6Galena Galena
7Kobal Kobal
8Kromium Kromit
9Logam Tanah Jarang Logam Tanah Jarang
10Magnesium Magnesium
11Mangan Mangan
12MolibdenumMolibdenum
13NikelNikel
14PerakPerak
15PlatinumPlatina
16SengSeng
17SilikaPasir Kuarsa, Kuarsit, Kristal Kuarsa
18TembagaTembaga
19TimahTimah
20TitaniumTitanium
21VanadiumVanadium
22ZirkoniumZirkon

Sumber, Lampiran Kepmen ESDM No.69.K/MB.01/MEM.B/2024.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin