Istana Pastikan Program Hilirisasi Tambang Dilanjutkan Pemerintahan Baru

pemerintahan baru
konferensi pers International Batttery Summit 2024 di Jakarta, Senin (29/7).

Jakarta, TAMBANGKepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan program hilirisasi komoditas pertambangan bakal dilanjutkan oleh pemerintahan baru periode 2024-2029.  Industri kendaraan listrik yang terus berkembang menjadi salah satu pemicunya.

“Untuk pemerintah yang baru, akan melanjutkan kebijakan dukungan pemerintah yang saat ini atas perkembangan mobil listrik di Indonesia,” ujar Moeldoko dalam konferensi pers International Batttery Summit 2024 di Jakarta, Senin (29/7).

Menurut Moeldoko, kebijakan hilirisasi sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 79 tahun 2023 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Batttery Electric Vehicle) untuk transportasi jalan. Baterai Kendaraan listrik membutuhkan materai tambang di antaranya nikel.

“Pastinya pemerintahan yang baru akan melanjutkan Perpres 55 tahun 2019 yang direvisi jadi Perpres 79 tahun 2023 , dan juga Inpres nomor 7, pasti akan dilanjutkan oleh pemerintah yang baru,” beber Moeldoko.

Presiden terpilih Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa program hilirisasi Presiden Jokowi sudah tepat dan wajib dilanjutkan. Komitmen ini bahkan dituangkan dalam visi misi pemerintahannya.

“Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” demikian bunyi Misi poin kelima pasangan Prabowo-Gibran.

Setidaknya ada 21 komoditas tambang yang menjadi fokus hilirisasi pasangan Prabowo-Gibran di antaranya batu bara, nikel, timah, emas, tembaga, bauksit, besi baja dan lain-lain.

Hilirisasi pertambangan sendiri mengacu pada proses di mana sumber daya alam yang diekstraksi dari pertambangan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah lebih lanjut menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Ini dapat melibatkan proses pengolahan, pemurnian, dan manufaktur untuk menghasilkan produk jadi yang lebih kompleks dan bernilai lebih tinggi. Tujuan utamanya adalah meningkatkan nilai tambah lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Artikel Terkait

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin
SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, TAMBANG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong transformasi industri mineral dan batubara (minerba) menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi, digitalisasi, transisi energi, dan tuntutan keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang semakin beragam. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif,

By Rian Wahyuddin