Beranda Home Slide Jakarta Utara Dipilih untuk Proyek Percontohan Pembangkit Listrik Sampah

Jakarta Utara Dipilih untuk Proyek Percontohan Pembangkit Listrik Sampah

Jakarta – TAMBANG. Wilayah Jakarta Utara dicanangkan sebagai lokasi untuk proyek percontohan (pilot project) pengolahan sampah menjadi energi listrik.

 

“Jakarta Utara itu sebuah kota yang memiliki posisi sangat strategis, karena pintu masuk dari darat, laut dan udara melewati kota tersebut, makanya tidak elok apabila orang yang masuk melihat wilayah Utara yang kumuh,” ujar Djarot Syaiful Hidayat, Wakil Gubernur Jakarta, Kamis (15/1), dalam kunjungan kerja ke Kantor Walikota Jakarta Utara.

 

Namun, masih diperlukan perlu pembenahan agar kesan kumuh itu tak muncul. Jakarta Utara sendiri merupakan wilayah yang produksi sampahnya terbesar di Jakarta. Potensi produksi sampah yang besar inilah yang akan disulap jadi potensi produksi listrik yang besar pula. Meskipun demikian, sistem pengolahan sampah yang selama ini masih menggunakan sanitary land fill harus diubah.

 

“Sistem tersebut sudah sangat ketinggalan dan tidak cocok untuk wilayah di DKI karena membutuhkan lahan dengan luas ratusan hektare,” katanya.

 

Sementara dengan teknologi baru pengolahan sampah menjadi energi listrik, lahan yang dibutuhkan hanya seluas 2 – 2,5 hektare. Untuk itu, rencananya pihak Pemprov DKI akan bekerjasama dengan penyedia teknologi dari Italia dan Inggris.

 

“Teknologi ini membutuhkan sampah sebanyak 400 ton untuk bisa menghasilkan 6-8 Megawatt, saat ini sedang kami bangun dan jajaki lokasi tempatnya bekerja sama dengan pihak ketiga,” Djarot menjelaskan.

 

Listrik yang dihasilkan nantinya akan dialirkan ke Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) milik Pemprov DKI. Sementara abu sisa pengolahan sampah dapat digunakan untuk campuran semen dan pembuatan paving block.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Suku Dinas kebersihan Jakarta Utara Bondan Dyah Ekowati, mengatakan siap untuk mendukung program tersebut. Saat ini di Jakarta Utara sendiri sampah yang dihasilkan mencapai 11.000 ton setiap harinya, dengan jumlah armada truk sampah sekitar 204 truk.

 

“Dengan jumlah truk yang ada, pasokan sampah yang dibutuhkan buat hasilkan listrik pasti terpenuhi,” ujar Dyah.

 

Meski demikian, ia sudah memprediksi bahwa kendala yang akan dihadapi proyek pengolahan sampah menjadi listrik ini terletak pada soal pembebasan lahan.