Sosok

Jonan: Habibie Tokoh Perkembangan Teknologi Modern di Indonesia

Jonan: Habibie Tokoh Perkembangan Teknologi Modern di Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Bangsa Indonesia berduka, Presiden Republik Indonesia ketiga Bacharudin Jusuf Habibie tutup usia pada Rabu (11/9). BJ Habibie merupakan salah satu sosok yang  dikagumi Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan sejak masa sekolah menengah.

 

Menurut Jonan, Habibie adalah sosok yang selalu memberi inspirasi pengembangan teknologi dan kedirgantaraan di Indonesia.

 

“Saya mengenal BJ Habibie sejak duduk di sekolah menengah, jadi sekitar saya umur belasan tahun dan Beliau sudah menjadi Menristek. Beliau selalu memberikan inspirasi pengembangan teknologi dan membawa semangat bangsa ini untuk membangun kedirgantaraan kita,” ujar Jonan dalam keterangan resmi, Jum’at (13/9).

 

Seperti diketahui Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) dan beberapa industri strategis merupakan inisiatif Habibie.

 

Jonan menambahkan, dalam beberapa kali pembicaraan dengan Habibie, banyak nasehat yang diberikan tentang bangsa ini agar dapat lebih maju dan dapat mengikuti perkembangan teknologi. Yang paling berkesan dari Habibie di mata Jonan adalah sosok yang memiliki semangat tidak pernah padam hingga Habibie wafat di usia 83 tahun.

 

“BJ Habibie, jika bicara semangatnya masih seperti dulu, tidak pernah pudar semangatnya, dan ini merupakan pelajaran yang sangat penting. Kita masih harus tetap semangat meski usia kita bertambah terus,” lanjut Jonan.

 

BJ Habibie bukan saja tokoh nasional namun juga bagian dari tokoh dunia. Kabar meninggalnya Beliau di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Rabu, 11 September 2019 pukul 18.05 WIB tak hanya menorehkan duka bagi Tanah Air, tapi juga negara lain. Sejumlah media asing dunia turut memberitakan kepergiannya ke haribaan Sang Pencipta.

 

“Indonesia sebagai bangsa kehilangan seorang tokoh yang mendorong perkembangan teknologi modern di Indonesia. Beliau adalah cikal bakal sosok nasional yang mendorong penggunaan atau penciptaan komponen dalam negeri (Tingkat Kandungan Dalam Negeri/TKDN). TKDN itu yang mendorong Beliau. Beliau itu tokoh yang luar biasa,” tutup Jonan.


Note: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Komentar tidak boleh mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, fitnah, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Redaksi berhak menyunting komentar yang dikirim, tanpa mengubah makna.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close