Jonan Tegaskan 4 Pesan untuk Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto

Jonan Tegaskan 4 Pesan untuk Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kiri) dan Mantan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi
Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ESDM, Igansius Jonan memberi beberapa amanat khusus kepada Kepala Satuan Kerja Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Dwi Soetjipto yang baru saja dilantik. Mandat tersebut disampaikan supaya dijadikan acuan kerja bagi mantan Direktur Utama Pertamina itu.   Pertama, soal prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau  good governance. Jonan menyindir, selama dirinya menjabat sebagai menteri, ia belum menemukan mitra organisasi yang memiliki sifat kepemimpinan yang layak diberi predikat amat baik.   Ia meminta Dwi Soetjipto melanjutkan cara pengelolaan instansi sebagaimana yang dilakukan oleh Kepala SKK Migas demisioner, Amien Sunaryadi.   “Saya minta beberapa hal sebagai menteri dan sebagai ketua komite pengawas SKK Migas, melanjutkan tata kelola yang sudah dibangun pak Amien  pada empat  tahun belakangan. Saya tidak pernah melihat orang yang bekerja dengan saya, yang bisa merubah organisasi mencapai governance yang sangat baik,” tutur Jonan, Senin (3/4).   Lalu mandat kedua, Jonan meminta agar SKK Migas mendorong peningkatan cadangan Migas. Caranya, dengan giat menekan kontraktor untuk komitmen melakukan eksplorasi.   “Targetnya itu meningkatkan cadangan. Jadi eksplorasi ini harus, wilayah kerja yang terminasi yang diperpanjang atau diserahkan ke operator lain, itu wajib menyediakan komitmen kerja pasti untuk eksplorasi 10 tahun ke depan. Ini bisa dipakai untuk eksplorasi,” jelas Jonan.   Ketiga, hingga tahun 2023 mendatang, terdapat beberapa wilayah kerja Migas yang akan habis masa kontrak atau terminasi. Jonan berpesan, supaya blok-blok itu diatur, bisa diperpanjang lagi bagi kontraktor eksisting atau untuk dilelang.   “Ada wilayah kerja terminasi yang akan jatuh tempo sampai 2023 ini tolong diselesaikan,” kata Jonan.   Keempat, menuntaskan rezim kontrak bagi hasil gross split. Kontrak-kontrak tersisa yang masih menggunakan skema cost recovery, agar dikawal sampai selesai, digiring ke rezim gross split.   “Mungkin nanti Sampai 2027 selesainya, kontraknya dirubah dengan split. Tolong yang masih tersisa cost recovery bisa dikendalikan dengan baik. Kita akan fair aja dengan kontraktor kita. Harga satuan mesti dihitung dengan baik,” papar Jonan.   Tugas terakhir, yang diutarakan Jonan kepada Dwi Soetjipto, ialah optimalisasi penggunaan perkakas migas domestik. Menggenjot penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).   “Semaksimal mungkin menggunakan TKDN. Sama-sama niatnya baik. Kalau bisa diadakan dalam negeri, ya diadakan. Kalau tidak, ya tidak dan sebagainya. Ini saya pikir sangat baik sekali,” pungkas Jonan.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin