Jumlah PJU Berbasis Fotovoltaik Bertambah

Jakarta-TAMBANG. Pemerintah berencana menambah kapasitas penerangan jalan umum (PJU) berbasis fotovoltaik (PV) di 41 kota sejumlah 5.002 unit. Seperti yang terlansir dalam situs resmi Kementerian ESDM, saat ini telah terpasang 1.527 unit di 10 kota dengan kapasitas listrik masing-masing 40 megawatt (MW), selain itu juga telah dipasang PJU dengan sumber tenaga dari jaringan listrik (retrofit) sebanyak 1.540 unit dengan kapasitas masing-masing 120 MW dan 90 MW. PJU Cerdas dengan menggunakan PV adalah lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya. Lampu PJU ini sangat cocok digunakan untuk jalan-jalan di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh listrik PLN dan juga daerah-daerah yang mengalami krisis energi listrik terutama di daerah terpencil. Namun demikian, lampu PJU Cerdas juga dapat diaplikasikan di daerah perkotaan seperti di kawasan jalan-jalan utama, jalan kawasan perumahan, kawasan industri, halte bus, tempat parkir, pompa bensin (SPBU), instalasi militer dan sebagainya. Lampu PJU Cerdas dengan tenaga surya pada umumnya terdiri dari dari beberapa komponen utama, yaitu modul atau panel surya, lampu LED, baterai, sistem kontrol dilengkapi dengan sistem kontrol jarak jauh, dan tiang penyanggah. Modul atau panel surya mempunyai lifetime cukup panjang yang berfungsi menerima cahaya matahari yang kemudian dikonversi menjadi listrik melalui proses fotovoltaik (PV), sedangkan lampu LED dapat mencapai lifetime yang jauh lebih lama dibanding teknologi lain dengan sumber daya DC. Baterai yang digunakan adalah baterai bebas perawatan (maintenance free). Dengan demikian, sistem PJU ini dapat menghemat biaya operasional dan perawatan secara signifikan.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda