Beranda Tambang Today Umum KESDM Luncurkan Buku Soal Potret Pertambangan Ramah Lingkungan

KESDM Luncurkan Buku Soal Potret Pertambangan Ramah Lingkungan

Jakarta, TAMBANG – Pusat Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Mineral Dan Batubara (Puslitbang Tekmira) Kementerian ESDM meluncurkan buku berjudul “Aksi Hijau Di Lingkar Tambang”. Isinya mengulas tentang seluk-beluk tata kelola lingkungan pertambangan.

Mulai dari aspek regulasi, kaidah teknis, peran produk tambang bagi kehidupan sehari-hari, hingga contoh lapangan yang sudah dijalankan oleh sejumlah perusahaan tentang praktik penambangan yang baik dan benar atau good mining practices.

Inspirasi penyusunan buku ini berangkat dari derasnya pandangan negatif tentang dunia pertambangan, terutama soal dampaknya terhadap lingkungan. Padahal jika ditilik lebih jauh, akan banyak dijumpai praktik-praktik pemanfaatan sumber daya alam yang mampu berjalan beriringan dengan upaya konservasi, tambang yang ramah lingkungan.

Soal lubang tambang misalnya, yang belakangan ini ramai disorot dan dianggap membawa masalah, ternyata dalam buku ini disebutkan, di Kalimantan Selatan, ada contoh void yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih dan irigasi, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga di lingkar tambang.

Kemudian bekas tambang bawah tanah di Sumatera Selatan, mampu diubah menjadi lokasi wisata, bahkan diakui oleh UNESCO sebagai situs sejarah,  bukti persentuhan antara teknologi Eropa dengan kekayaan alam Indonesia.

Lalu di Jawa Barat, ada sisa tambang emas yang disulap menjadi wisata alam atau geopark, yang juga diakui oleh dunia. Dan masih banyak lagi contoh-contoh lain yang tersebar di berbagai daerah.

“Buku ini diharapkan menjadi oase di tengah derasnya informasi yang menyudutkan aktivitas pertambangan, dengan mengulas praktik sekaligus bukti nyata mengenai penambangan yang baik dan benar. Bahasanya juga ditulis dengan sangat sederhana,” kata Kepala Badan Puslitbang Tekmira KESDM, Dadan Kusdiana dalam agenda bedah buku Aksi Hijau di Lingkar Tambang, Selasa (30/6).

Dalam buku ini dijelaskan bahwa aspek pengelolaan lingkungan pertambangan dikawal dengan berbagai regulasi, baik regulasi di sektor ESDM maupun sektor lainnya, seperti kehutanan, tata ruang, kelautan, dan sebagainya.

Sistem perizinan hingga pembinaan yang diterapkan, membuat sektor pertambangan menjadi salah satu bidang usaha yang paling ketat pengawasannya.

Buku ini banyak menampilkan bukti nyata pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh berbagai perusahaan tambang yang dapat dijadikan rujukan. Pengelolaan lingkungan sejatinya merupakan kegiatan yang terintegrasi dalam kegiatan penambangan, di mana keberhasilan program pengelolaan lingkungan ditentukan sejak dari awal perencanaan tambang.

Plt Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, pengelolaan lingkungan menjadi salah satu isu pokok dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara atau UU Minerba yang baru.

“Kita sedang menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang menjadi regulasi turunan dari UU Minerba baru. RPP ini memberikan perhatian lebih soal lingkungan. Pengelolaan lingkungan menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar,” tuturnya. 

Menurut Dirjen Rida, setiap rencana pembukaan lahan, penggalian dan penimbunan batuan, seharusnya sudah mencakup pertimbangan bagaimana reklamasi dan bentuk pascatambangnya. Jika konsep ini dipahami dengan baik, maka pengelolaan lingkungan yang optimal akan sesuai dengan skala penambangannya.

Adapun penyebab stigma negatif soal dunia pertambangan yang kental di benak masyarakat umum, salah satunya dipicu oleh minimnya advokasi dan publikasi yang berimbang. Kegiatan pengelolaan lingkungan yang sudah dilakukan, kurang mendapatkan sorotan yang memadai. Sehingga wajar jika informasi yang menyudutkan aktivitas penambangan lebih dominan beredar luas.

Hadirnya buku “Aksi Hijau Di Lingkar Tambang ingin menjawab persoalan tersebut”. Selain sebagai sarana penyeimbang informasi, buku ini juga diharapkan dapat menjadi panduan atau inspirasi bagi perusahaan-perusahaan pertambangan secara umum dalam mengelola lingkungan.

“Dari buku ini, kita tahu banyak perusahaan bisa melaksanakan best practices. Hanya saja, hal positif ini kurang dikomunikasikan, sehingga stigma negatif masih melekat,” tutupnya.

DOWNLOAD Buku Aksi Hijau Di Lingkar Tambang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini