Beranda Tambang Today Khawatir Pasokan Berkurang, ICP Oktober Naik Jadi USD89,10 per Barel

Khawatir Pasokan Berkurang, ICP Oktober Naik Jadi USD89,10 per Barel

Foto udara kawasan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Ampenan, Mataram, NTB, Kamis (30/5/2019). Secara nasional selama masa Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (SATGAS RAFI) 2019 Pertamina menjaga stok Premium selama 21 hari, Pertalite 21 hari, Pertamax 22 hari, Turbo 58 hari, Solar 26 hari, Dexlite 27 hari, Dex 35 hari, Avtur 48 hari, LPG 16 hari dan minyak tanah 69 hari untuk melayani kebutuhan energi bagi masyarakat pada Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriah .ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj.

Jakarta, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa harga minyak mentah Indonesia (ICP) bulan Oktober 2022 sebesar USD89,10 per barel. Angka ini naik USD3,03 per barel dari harga bulan September yang mencapai USD86,07 per barel.

Penetapan rata-rata  ICP bulan Oktober ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 151.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Oktober 2022 yang diteken tanggal 1 November 2022.  

“Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Oktober 2022 ditetapkan sebesar US$89,10 per barel,” demikian bunyi diktum keempat aturan tersebut, dikutip Jumat (4/11).

Beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional, antara lain adanya kekhawatiran pasar akan kurangnya pasokan minyak mentah global. Ketakutan ini berdasarkan pengumuman OPEC+ tentang pengurangan pasokan terbesar sejak pandemi Covid-19 pada 2020.

Hal ini diperkuat dengan rencana pengenaan sanksi terhadap minyak Rusia, diperkirakan akan memperketat pasokan menjelang akhir tahun.

“Selain itu, ekspor minyak mentah AS melonjak ke rekor tertinggi 5,1 juta barel per hari, terutama menuju Eropa menjelang pengenaan sanksi atas perdagangan minyak mentah Rusia. Peningkatan ekspor mengindikasikan ketahanan permintaan global meskipun terjadi peningkatan inflasi dan suku bunga,” dikutip dari Executive Summary Tim Harga Minyak Mentah Indonesia.

Kenaikan harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar Dollar AS seiring peningkatan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve AS akan mengurangi sikap agresifnya pada kenaikan suku bunga.

“IHS Markit dalam laporan bulan Oktober 2022 bahwa proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global sebesar 100,5 juta barel per hari, naik 300 ribu barel per hari dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya,” kata Tim Harga Minyak Indonesia.

Sementara terkait pasokan minyak mentah dunia:

a. Kesepakatan OPEC+ melakukan pemangkasan produksi sebesar 2 juta barel per hari mulai November 2022.

b. Berdasarkan laporan OPEC bulan Oktober 2022, terdapat revisi penurunan proyeksi suplai minyak Non-OPEC pada tahun 2022 sebesar 18 ribu barel per hari menjadi 65,60 juta barel per hari, dibandingkan proyeksi laporan bulan sebelumnya.

c. IHS Markit dalam Laporan bulan Oktober 2022, menurunkan proyeksi pertumbuhan pasokan minyak mentah OPEC sebesar 1 juta barel per hari pada Q4 2022 dibandingkan proyeksi laporan bulan sebelumnya, menjadi 2,6 juta barel per hari.

d. Peningkatan oil throughput kilang di pantai timur AS menjadi sebesar 102,5% dari kapasitas.

Selanjutnya, berdasarkan Laporan Mingguan EIA (U.S. Energy Information Administration), terdapat penurunan stok  distillate Amerika Serikat pada Oktober 2022 sebesar 8 juta barel menjadi 106,4 juta barel, dibandingkan bulan sebelumnya.

Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh  peningkatan impor minyak mentah China seiring peningkatan aktifitas kilang yang mengantisipasi peningkatan permintaan bahan bakar di Eropa dan  OPEC. Dalam Laporan bulan Oktober 2022 bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Jepang naik sebesar  0,1% menjadi 1,5% dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.

Berikut ini selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah dunia bulan Oktober 2022:

  • Dated Brent naik sebesar US$3,46 per barel dari US$89,87 per barel menjadi US$93,33 per barel.
  • WTI (Nymex) naik sebesar US3,23 per barel dari US$83,80 per barel menjadi US$87,03 per barel.
  • Brent (ICE) naik sebesar US$3,02 per barel dari US$90,57 per barel menjadi US$93,59 per barel.
  • Basket OPEC turun sebesar US$1,89 per barel dari US$95,46 per barel menjadi US$93,57 per barel
Artikulli paraprakHBA November Menyusut ke USD308,2 Per Ton, Ini Penyebabnya
Artikulli tjetërLebihi Target, Harita Nickel Kontributor Terbesar PAD Sektor Ketenagakerjaan