Beranda Event Kontrak Gulir Emas Naik Tiga Kali Lipat

Kontrak Gulir Emas Naik Tiga Kali Lipat

Jakarta – TAMBANG. Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) mencatatkan adanya peningkatan signifikan pada perdagangan Kontrak Gulir Emas (KGE). Pertumbuhannya mencapai angka 356%, naik dari hanya 735 lot di November 2014, menjadi 3.354 lot tahun ini. Sementara kontrak berjangka emas ukuran 100 gram (GOLD 100) juga menjadi primadona perdagangan.

 

“Per November 2014, GOLD 100 mencatat kenaikan transaksi yang signifikan menjadi 43.200 lot, atau naik 151 persen dari 17.237 lot pada periode yang sama tahun lalu,” ujar Sherman Krishna Rana, Presiden Direktur BBJ, di Jakarta, Senin (15/12).

 

Pecahan 100 gram adalah satuan kontrak berjangka emas terkecil yang diperdagangkan di BBJ. Sampai dengan bulan November ini, total transaksi kontrak berjangka emas mencapai 104.419 lot per November 2014. Angka tersebut menyumbang 29% dari keseluruhan transaksi di BBJ, dan menjadikannya sebagai produk kedua yang paling banyak diperdagangkan setelah kontrak berjangka kopi.

 

Tahun 2014 ini, BBJ juga telah meluncurkan tiga produk baru, yaitu kontrak fisik batu bara, kontrak berkala emas, serta kontrak CFD (Contract for Difference) untuk memenuhi kebutuhan pasar atas varian kontrak-kontrak bilateral.

 

Kontrak fisik batu bara adalah transaksi lelang batu bara yang dilakukan secara online melalui BBJ, sejak kuartal ketiga 2014. PT Bukit Asam (Persero), Tbk atau PTBA merupakan produsen batu bara yang diperdagangkan. Volume transaksi batu bara online tersebut sudah mencapai 75 ribu ton. Rencananya, akhir Desember ini PTBA akan membuka kembali penawaran lelang online batu baranya melalui BBJ.

 

Sementara itu, kontrak berkala emas adalah produk yang dipasarkan secara ritel karena ukurannya yang relatif kecil, yaitu 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram. Karena baru saja diperkenalkan, transaksi yang dicatat pun belum begitu banyak.

 

“Transaksi KBE masih relatif kecil yaitu 520 lot sejak diluncurkan pada September tahun lalu. Spesifikasi produk sedang dilakukan kajian ulang terutama untuk mempersingkat waktu,” ungkap Sherman.

 

Artikulli paraprakAntam Minta Pembebasan PPN untuk Pabrik Anoda Slime
Artikulli tjetërBursa Berjangka Jakarta Tampilkan Logo Baru