Kontrak Segera Berakhir, Arutmin Ajukan Perpanjangan

Kontrak Segera Berakhir, Arutmin Ajukan Perpanjangan
Jakarta, TAMBANG – Kontrak PT Arutmin Indonesia akan segera habis masa berlakunya pada 1 November 2020. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono menyebut Arutmim telah mengajukan permohonan perpanjangan kontrak.   Pengajuan itu memuat peralihan dari jenis kontrak Perjanjian Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).   “Pemerintah harus mengatur ketentuan luas wilayah IUPK perpanjangan PKP2B karena ada yang habis kontraknya pada 1 November 2020, yaitu Arutmin dan sudah mengajukan permohonan menjadi IUPK perpanjangan,” kata Bambang di kompleks parlemen, Kamis (28/11).   Menurut Bambang, saat ini permohonan tersebut masih dievaluasi. Pemerintah belum bisa memberikan jawaban atas pengajuan tersebut.   “Lagi diajukan. Diproses kan macam-macam, evaluasi, peraturan perundangan, dan lainnya bagaimana,” kata Bambang.   Bambang mengaku saat ini masih belum mengetahui dasar aturan apa yang akan digunakan pada perusahaan-perusahaan pemegang izin PKP2B generasi pertama lainnya. Hal ini karena belum rampungnya revisi UU Minerba.   Selain Arutmim, ada enam perusahaan lain yang akan berakhir kontraknya, yaitu Kendilo Coal Indonesia pada 2021, Kaltim Prima Coal pada 2021, Multi Harapan Utama pada 2022, Adaro Indonesia pada 2022, Kideco Jaya Agung pada 2023, dan Berau Coal pada 2025.  

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin