Krakatau Steel Catatkan Keuntungan Rp 853 Miliar Kuartal III 2021

Krakatau Steel Catatkan Keuntungan Rp 853 Miliar Kuartal III 2021

Jakarta, TAMBANG – PT Krakatau Steel Tbk, perseroan komoditas baja, berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 853 miliar sampai dengan Kuartal III 2021. Keuntungan dipengaruhi oleh volume penjualan yang meningkat dan kontribusi dari sejumlah anak perusahaan secara signifikan.

“Keuntungan yang diperoleh Krakatau Steel disebabkan oleh peningkatan penjualan, peningkatan efisiensi serta kontribusi anak perusahaan yang merupakan hasil transformasi secara menyeluruh di Krakatau Steel Group,” kata Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (3/11).

Secara volume, kata Silmy, angka penjualan produk baja utama yaitu Hot Rolled Coil dan Cold Rolled Coil serta produk pipa baja, Long Product maupun pelat baja mengalami peningkatan sebesar 36,9 persen menjadi 1.592.282 ton dibandingkan di periode sama tahun 2020 sebesar 1.162.532 ton.

“Nilai penjualan perseroan tercatat sebesar Rp23 triliun di Kuartal III 2021 ini, meningkat 71,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan penjualan ini disebabkan karena penetrasi produk KS (Krakatau Steel-red) ke pasar semakin baik dengan program digitalisasi, customer engagement dan hilirisasi,” lanjut Silmy.

Penjualan produk hilirisasi juga mengalami peningkatan volume penjualan sebesar 656,2% menjadi sebesar 13.181 ton hingga Kuartal III 2021 dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 sebesar 1.743 ton.

Pada periode ini Krakatau Steel juga mampu menurunkan fixed cost hingga 11% menjadi Rp845,4 miliar dan variable cost hingga 11% menjadi Rp 816,7 miliar jika dibandingkan periode hingga September tahun 2020.

Peningkatan juga terlihat dari ebitda (pendapatan perusahaan yang belum dikurangi bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) yang mencapai 136, 5 persen atau setara 1,7 triliun rupiah.

“EBITDA Krakatau Steel juga meningkat 136,5% dengan nilai EBITDA di Kuartal III 2021 ini sebesar Rp1,7 triliun dibandingkan dengan EBITDA di periode yang sama di tahun 2020 yang sebesar Rp745,1 miliar,” ungkapnya.

Atas capaian ini, Silmy yakin Krakatau Steel kedepan bisa meningkatkan kinerja positif di akhir tahun 2021 dengan membukukan hasil laporan yang lebih baik.

“Krakatau Steel saat ini semakin sehat, semakin efisien, sehingga kami semakin kompetitif. Kami siap untuk terus meraih capaian yang lebih tinggi lagi,” pungkas Silmy.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin