Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan
Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan.
Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri.
Memasuki rangkaian ketiga Learning Summit 2026, PAMA menghadirkan sesi CERMIN bertajuk “Mentalitas Resiliensi: Seni Berdamai dengan Trauma Menjadi Lompatan Prestasi”. Sesi ini mengajak peserta merefleksikan berbagai pengalaman dan tantangan yang pernah dihadapi, kemudian menjadikannya sebagai modal untuk bangkit dan berkembang.
Salah satu sosok yang dihadirkan dalam sesi tersebut adalah M. Fadli Immamuddin, mantan pembalap ARRC Supersport 600 sekaligus atlet Paralimpiade. Fadli membagikan perjalanan hidupnya dalam menghadapi berbagai tantangan hingga mampu bangkit dan kembali menorehkan prestasi.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa keterbatasan maupun pengalaman sulit tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih pencapaian. Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi titik balik untuk menemukan kekuatan dan potensi baru.
Melalui sesi CERMIN, peserta diajak memahami resiliensi bukan sekadar kemampuan bertahan ketika menghadapi situasi sulit. Resiliensi juga mencakup kemampuan menerima keadaan, beradaptasi, bangkit, serta mengubah pengalaman menjadi energi positif untuk melangkah lebih jauh.
Semangat tersebut sejalan dengan konsep “Beyond Boundaries” yang menjadi tema Learning Summit 2026. Setiap insan PAMA didorong untuk berani melampaui batas, baik dalam menghadapi tantangan maupun dalam mengembangkan potensi personal dan profesional.

Perwakilan Manajemen PAMA mengatakan, pengembangan sumber daya manusia tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan mentalitas yang tangguh dalam menghadapi perubahan.
“Di tengah dinamika dan tantangan yang terus berkembang, kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi menjadi salah satu kekuatan penting bagi setiap insan PAMA. Melalui Learning Summit, kami ingin membangun ruang bagi karyawan untuk mendapatkan perspektif baru, belajar dari pengalaman, dan menemukan inspirasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan maupun pekerjaan,” ujar perwakilan Manajemen PAMA.
Menurutnya, pengalaman menghadapi tantangan dapat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran seseorang.
“Kami berharap sesi CERMIN ini dapat mengingatkan kita bahwa setiap tantangan dapat menjadi proses pembelajaran dan setiap pengalaman dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh,” lanjutnya.
Kehadiran Fadli memberikan perspektif bahwa perjalanan menuju prestasi tidak selalu berlangsung lurus. Di balik sebuah pencapaian terdapat proses menghadapi kegagalan, keterbatasan, perubahan, hingga keberanian untuk kembali mencoba.
Nilai tersebut diharapkan dapat mendorong karyawan PAMA untuk mempertahankan semangat belajar, memperkuat ketangguhan mental, serta memandang tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang.
Learning Summit 2026 sekaligus menjadi bagian dari strategi PAMA dalam memperkuat learning culture di lingkungan perusahaan.
Melalui forum tersebut, karyawan didorong untuk terus mengeksplorasi pengetahuan, berbagi pengalaman, dan menghasilkan terobosan yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun lingkungan sekitarnya.