Beranda Event Len Industri Dapat Peringkat “idBBB” dari Pefindo

Len Industri Dapat Peringkat “idBBB” dari Pefindo

Foto Istimewa

Jakarta – TAMBANG. PT Len Industri (Persero), perusahaan yang bergerak di bidang sistem persinyalan transportasi perkeretaapian dan energi tenaga surya diberikan peringkat idBBB oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk perusahaan dan rencana penerbitan medium term notes (MTN) senilai maksimum Rp300 miliar. Periode peringkat mulai dari 9 Juli 2015-1 Juli 2016.

 

“Hal yang mendorong peringkat adalah profil bisnis yang kuat, profil diversifikasi perseroan yang baik, dan potensi permintaan yang lebih tinggi terkait dengan meningkatnya pengeluaran untuk infrastruktur,” ujar Analis Pefindo Yogie Perdana di Jakarta, Rabu (29/7).

 

Sedangkan faktor yang melemahkan adalah ketergantungan yang cukup tinggi terhadap anggaran belanja pemerintah yang mengakibatkan volatilitas atas pendapatan di setiap lini bisnis perusahana. Pasalnya, penyerapan APBD baru sekitar 10%.

 

Selain itu, struktur permodalan yang agresif dalam jangka pendek dan menengah, serta proteksi arus kas perusahaan terhitung lemah.

 

Namun outlook bisa dinaikkan jika perusahaan secara konsisten dapat meningkatkan profitabilitas operasi, tingkat leverage, dan proteksi atas arus kas. Peningkatan ini juga harus didukung oleh backlog order yang cukup tinggi, sehingga menyediakan visibilitas pendapatan yang cukup untuk 2016 – 2017.

 

Sebaliknya, outlook bisa turun ika perusahaan gagal dalam mengeksekusi proyek PLTS, dan gagal mencapai target pendapatan, serta penambahan utang yang di atas proyeksi.

 

Baru-baru ini, PT Len mendapatkan Proyek Alat komunikasi Pengamanan Perbatasan. Tugas utama proyek ini adalah instalasi radio – radio komunikasi di daerah perbatasan dan telah selesai pada bulan Oktober 2014.

 

Proyek jenis ini baru pertama kali ditangani PT Len, walaupun Len sudah sangat akrab dengan radio. Radio tersebut juga menggunakan Sistem tenaga surya yang diproduksi oleh Len. PLTS tersebut digunakan sebagai sumber energi pemancar dan antena radio-radio untuk berkomunikasi.

 

Alkom tersebut nantinya akan digunakan oleh Mabes TNI untuk operasional di Kaltim, daerah perbatasan dengan Malaysia. Untuk penggarapan alkom perbatasan Len bekerjasama dengan Aselsan dari Turki, yakni berupa kerjasama produksi.

 

Daerah yang akan tercover baru 14 titik, dari total ± 36 lokasi di Pulau Kalimantan. Keempat belas titik lokasi yaitu: Kodam VI/MLW – Balikpapan, Korem 091/ASN – Samarinda, Poskotis – Nunukan, Pos Aji Kuning, Pos Gabma Simanggaris, Pos Simanggaris Lama, Pos Simantobol, Pos Simantipal, Pos Labang, Pos Tembalang, Pos Long Midang, Pos Long Apari, Pos Long Bawan, dan Pos Long Betaoh.

 

Menurut Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Among Margono, seperti yang tertulis dalam website PT Len, perbatasan menjadi program prioritas Mabes TNI. Indonesia memiliki tiga wilayah perbatasan di darat, yakni di Kalimantan (berbatasan dengan Malaysia), Papua (berbatasan dengan PNG), dan Timor (berbatasan dengan Timor Leste).

 

Pembangunan di perbatasan harus meliputi aspek pertahanan dan kesejahteraan. Sarana dan prasarana keduanya harus terintegrasi. Dia menyebut, pihaknya sudah membagikan 600 solar cell untuk pengamanan perbatasan (pamtas) di pulau-pulau terluar, terkecil, dan pamtas di darat berkat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Artikulli paraprakSemester I 2015, Pertagas Lampaui Target Laba                                       
Artikulli tjetërMarwan Batubara: Pemerintah Harus Terangkan Komponen Pembentuk Harga BBM