Mandiri Services (MAHA) Tebar Dividen Senilai Rp 199 Miliar

MAHA Tebar Dividen
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA), tahun buku 2023 di Jakarta, Rabu (8/5). dok: Istimewa

Jakarta, TAMBANG – Salah satu penyedia jasa pengangkutan pertambangan terbesar di Indonesia, PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) atau Mandiri Services membagikan dividen sebesar Rp 199,99 miliar atau setara Rp 12 per lembar saham.

Keputusan tersebut ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2023 di Jakarta, Rabu, (8/5).

Direktur Utama MAHA, Yenny Hamidah Koean menyebut pembagian dividen yang merupakan salah satu mata acara RUPST bertujuan untuk memberikan nilai tambah atas kepercayaan dari segenap pemegang saham.

“Aksi korporasi ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham kepada Perseroan selama ini, melalui kebijakan yang terukur dengan tidak mengabaikan kebutuhan pengembangan bisnis Perseroan serta kondisi keuangan,” ungkap Yenny.

Yenny menjelaskan, nilai itu setara dengan 75 persen dari raihan laba bersih sepanjang 2023. Adapun pada 2023, MAHA berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 266 Miliar.

“Meskipun laba bersih tahun 2023 terlihat menurun jika dibandingkan dengan tahun 2022 di angka Rp 501 miliar, namun secara laba operasional mengalami kenalkan dari Rp 421 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp 467 miliar pada tahun 2023,” ucap dia.

Penurunan laba bersih disebabkan oleh penurunan nilal investasi saham yang belum direalisasikan, di mana pada tahun 2022 terdapat kenaikan investasi saham belum direalisasikan dengan nilai yang cukup signifikan.

Berdasarkan prospektus awal, Perseroan akan membagikan dividen sebanyak-banyaknya 40% dari laba/keuntungan. Namun, presentase dividen yang diusulkan pada RUPST lebih besar dibanding yang telah disampaikan pada prospektus awal.

Menurut Yenny, pembagian dividen ini merupakan aksi korporasi pertama MAHA kepada para pemegang saham publik. Di sisi lain, RUPST juga menyepakati penyisihan dana cadangan sebesar Rp 1,35 miliar sesuai UUPT.

MAHA juga telah mengalokasikan sebagai dana cadangan dan saldo laba ditahan sebesar Rp64,84 miliar sebagal modal kerja pengembangan bisnis Perseroan dengan melihat peluang kontrak baru ke depannya.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin