MDKA Bukukan Pendapatan USD1,89 Miliar Sepanjang 2025
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA/Merdeka) berhasil membukukan pendapatan tidak diaudit sebesar USD 1,89 miliar, atau setara sekitar Rp31,7 triliun, sepanjang tahun 2025.
Jakarta, TAMBANG - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA/Merdeka) berhasil membukukan pendapatan tidak diaudit sebesar USD 1,89 miliar, atau setara sekitar Rp31,7 triliun, sepanjang tahun 2025.
Capaian tersebut didorong oleh kinerja signifikan segmen pertambangan emas, yang sebagian mampu mengimbangi pelemahan pendapatan dari nikel dan tembaga di tengah lingkungan komoditas yang menantang.
Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro menyatakan tahun 2025 merupakan tahun pelaksanaan yang disiplin dan pencapaian yang solid bagi Merdeka. Pada kuartal IV, perusahaan memajukan platform pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas operasional di seluruh portofolio.
“Dengan Tambang Emas Pani yang semakin dekat dengan produksi perdana, kinerja berkelanjutan di Tambang Tujuh Bukit, serta peningkatan skala bisnis nikel kami, Merdeka berada pada posisi yang kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan,” ucap Albert Saputro dalam keterangan resmi yang diterima TAMBANG, Selasa (3/2).
Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) mencatat produksi 103.156 ounces emas sepanjang tahun buku 2025, didukung oleh kinerja penambangan yang konsisten, optimalisasi armada, dan disiplin operasional.
Penjualan emas mencapai 104.168 ounces dengan harga jual rata-rata US$3.138/ons (+32% YoY), yang mendorong peningkatan margin dan arus kas.
Adapun Tambang Emas Pani (Pani), yang dioperasikan oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS), berhasil mencapai serangkaian tonggak penting dalam proses commissioning selama Kuartal IV 2025, termasuk dimulainya kegiatan penambangan, penghancuran bijih, serta penumpukan bijih hasil penghancuran di area heap leach pad.
“Proses commissioning fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (“ADR”) juga berjalan sesuai rencana, sehingga memposisikan Pani untuk tahap irigasi dan produksi emas perdana pada Kuartal I 2026,” pungkasnya.