MDKA Gelar MER-C, Lomba Tanggap Darurat Bertaraf Internasional di Site Tujuh Bukit Banyuwangi

MDKA MER-C
Istimewa

Jakarta, TAMBANG – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggelar Merdeka Rescue Challenge (MER-C), lomba tanggap darurat bertaraf internasional di area tambang emas Tujuh Bukit yang dikelola PT Bumi Suksesindo (BSI), Banyuwangi, Jawa Timur pada 11–17 Agustus 2025.

MER-C merupakan ajang perlombaan sekaligus uji kesiapsiagaan tanggap darurat yang diikuti oleh para perwakilan tim ERT (Emergency Response Team) dari seluruh entitas anak usaha grup MDKA.

Selain menjadi ajang kompetisi, MER-C menjadi sarana untuk menjaga sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan yang harus dimiliki oleh seluruh insan tambang.

“Ajang MER-C bukan sekadar lomba ketangkasan. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan profesionalisme tim dalam penanganan tanggap darurat di seluruh grup Merdeka yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” ujar OHS Compliance Manager PT Merdeka Copper Gold, Deddy Mustika dalam keterangan yang diterima tambang.co.id, Senin (18/8).

Kegiatan ini mengusung tema, “Tumbuh Bersama dengan Profesional dan Andal untuk Memperkuat Kesiapsiagaan Tanggap Darurat”.

Kompetisi ini diikuti seluruh tim ERT dari unit usaha grup Merdeka, yaitu ERT Tambang Emas Tujuh Bukit (Banyuwangi), ERT Tambang Tembaga Wetar (Maluku Barat Daya), ERT Tambang Nikel Konawe (Konawe), ERT Merdeka Tsingshan Indonesia (Morowali), ERT Pani Gold Project (Gorontalo), dan ERT Merdeka Mining Servis.

ERT adalah tim khususdi perusahaan tambang yang bertugas menangani dan merespons situasi darurat seperti kecelakaan kerja, kebakaran, bantuan kemanusiaan, serta bencana alam baik di dalam maupun di luar area tambang.

“Melalui MER-C, anggota ERT mengasah keterampilan dan kesiapan menghadapi keadaan darurat melalui berbagai skenario yang menguji ketangguhan, kecepatan, dan kekompakan tim. Kategori lomba yang diperlombakan mencakup Individual Skill Combat, Confined Space Rescue, Fire & Road Accident Rescue, High Angle Rescue,” imbuh dia.

Instruktur dan juri dalam MER-C berasal dari asosiasi ERT berstandar internasional, seperti International Mines Rescue Body (IMRB), Queensland Fire and Emergency Service, West Rescue, serta Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo). Kehadiran mereka memastikan kompetisi berlangsung profesional, objektif, dan sesuai standar tinggi.

Dalam praktik kesiapsiagaan ERT, Merdeka mencatat penurunan jumlah kasus Lost Time Injury (LTI) dari empat kasus pada 2023 menjadi tiga kasus pada 2024, dengan Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) turun dari 0,09 menjadi 0,07.

“Capaian ini mencerminkan meningkatnya komitmen perusahaan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kompetisi MER-C diharapkan dapat semakin memperkuat budaya K3 dan mencegah potensi kecelakaan kerja yang dapat mengakibatkan cedera,” pungkasnya.

Baca juga: Komitmen Keberlanjutan, PAMA dan UI Resmikan Instalasi PLTS di Kampung Iklim Penggilingan, Jaktim

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin