MDKA Gelontorkan Rp 1,78 Triliun untuk Proyek Tambang Emas Blok Pani

Blok Pani
Tambang emas Blok Tujuh Bukit PT Merdeka Copper Gold Tbk yang dioperasikan anak usahanya, PT Bumi Suksesindo (BSI), Banyuwangi, Jawa Timur. Dok: Rian.

Jakarta, TAMBANG – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) telah menggelontorkan dana lebih dari USD 114 juta atau setara Rp1,78 triliun (kurs Rp15.634,50 per dollar) untuk pengembangan proyek tambang emas Blok Pani.

“Sejak mengembangkan proyek ini di 2022 hingga akhir 2023, Merdeka telah menginvestasikan lebih dari USD114 juta,” ujar General Manager Communications MDKA, Tom Malik dalam keterangan resmi, dikutip Senin (19/2).

Tom menyebut, perusahaan juga akan menggelontorkan dana sebesar USD 200 juta atau sekitar Rp3,12 triliun untuk biaya operasional pada tahap awal seperti pembangunan fasilitas pelindihan dan sebagainya. Tambang emas Blok Pani sendiri ditargetkan mulai berproduksi pada tahun 2025.

“MDKA direncanakan akan menginvestasikan sekitar USD200 juta untuk fase 1 yang ditargetkan untuk mulai produksi di akhir 2025,” ucap Tom.

Proyek tambang emas Blok Pani terletak di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Blok Pani diperkirakan mengandung 6,6 juta ounces emas. Tom menyebut, ekspansi ini bagian dari proses transformasi MDKA menuju proyek-proyek tambang mineral berumur panjang.

PANI Gold Project yang terletak di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo merupakan proyek tambang emas primer yang mengandung 6,6 juta ounces emas,” imbuh dia.

“Selain mencatatkan peningkatan produksi dan pendapatan, Merdeka juga berkomitmen menjadi perusahaan tambang dengan kinerja yang baik dan menguntungkan di masa depan dengan bertransformasi ke operasi proyek-proyek tambang mineral yang berumur panjang seperti PANI Gold Project, Project AIM, dan Tujuh Bukit Copper Project,” tandasnya.

Blok Pani diketahui memiliki sumber daya sebesar 263,6 juta ton dengan kadar 0,75 gram per ton emas. MDKA menargetkan produksi emas pada Blok Pani ini sekitar 450 ribu ons per tahun.

Tambang Emas Blok Pani nantinya akan menggunakan dua metode pemrosesan yaitu Carbon-in-Leach dan Heap Leach.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2023 MDKA berhasil memproduksi emas sebesar 138.666 ounces. Jumlah tersebut meningkat dibanding dengan produksi tahun 2022 yang hanya 125.133 ounces.

“Pada 2023, produksi emas MDKA tercatat naik di angka 138.666 ounces dengan total biaya tunai USD 842/oz dan harga jual USD 1,939/oz. Produksi emas 2023 naik dibandingkan dengan produksi di 2022 dengan jumlah 125.133 ounces,” ungkap Tom.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin
Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Di tengah semakin besarnya peran energi baru dan terbarukan dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, membangun teknologi dan infrastruktur saja tidak cukup. Bagi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), kepercayaan dari para pemangku kepentingan menjadi modal yang sama pentingnya untuk memastikan setiap langkah transformasi berjalan dengan baik. Kepercayaan

By Egenius Soda
Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Jakarta,TAMBANG,- Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di industri pertambangan terus mendapat perhatian. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang mempertemukan 24 Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan pertambangan dan industri di Indonesia serta Australia. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar

By Egenius Soda