Medco Konsisten Garap Proyek Migas di Yaman dan Libya

Medco Konsisten Garap Proyek Migas di Yaman dan Libya

Jakarta – TAMBANG. Perusahaan migas Indonesia yang telah melebarkan sayap untuk menggarap ladang di mancanegara, PT Medco Energi Internasional, Tbk (MEDC), konsisten melanjutkan kegiatan eksplorasinya. Selain di Sumatera, perusahaan itu kini tengah melakukan eksplorasi di Yaman dan Libya.

“Sepanjang bulan Januari 2015, perseroan melakukan kegiatan eksplorasi di Blok South Sumatera PSC, Blok 82 (Yaman), dan Area 47 (Libya),” ungkap Imron Gazali, Kepala Sekretaris Perusahaan Medco Energi Internasional, dalam laporan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/2).

Kegiatan eksplorasi Blok South Sumatera PSC yang dimiliki penuh oleh Medco menghabiskan dana total sebesar US$40,31 juta, sampai akhir Januari 2015. Kegiatan akuisisi seismik darat 2D membutuhkan dana sebesar US$ 768 ribu, sementara akuisisi seismik darat 3D sebesar US$ 3,79 juta. Biaya kegiatan eksplorasi terbesar adalah untuk pengeboran yang menelan dana US$ 35,75 juta.

Untuk Blok 47 yang terletak sekitar 200 km di sebelah selatan Tripoli, ibukota Libya, dilaporkan tidak ada aktifitas pengeboran sepanjang Januari 2015 lalu. Blok yang dioperasikan oleh Medco International Ventures Limited ini setengahnya dimiliki oleh Medco, sementara 50% kepemilikan sisanya dipegang oleh Libyan Investment Authority. Rencananya, tahun 2015 ini Medco masih akan melanjutkan program appraisal dengan melakukan pengeboran sumur untuk mengetahui cadangan migas dari setiap struktur yang telah dites dan menunjukkan laju produksi yang komersial.

Kemudian, di Blok 82 (Amed) yang terletak di Provinsi Hadramaut, Republik Yaman, kegiatan eksplorasi berupa akuisisi seismik masih tetap berjalan. Hingga akhir Januari 2015, biaya seismik di blok ini sudah mencapai US$ 11,98 juta. Status perkembangannya saat ini sudah menyelesaikan 100% survei topografi sepanjang 1.318,73 km, dan 45% perekaman yang mencakup 7.986 vp. Akuisisi, pengolahan, dan interpretasi data seismic baru 2D dan 3D rencananya akan rampung pada Maret 2015 ini.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin