Menteri Arifin Ungkap Kebijakan Clean Cooking RI di IEA Summit

clean cooking
ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif dengan bangga mengungkapkan kebijakan clean cooking RI di gelaran International Energy Agency (IEA) Summit: Global Summit on People-Centred Clean Energy Transitions. Pegelaran tersebut dilangsungkan di Paris, Prancis.

Masyarakat Indonesia kata dia, perlahan sudah bertransformasi menuju clean cooking mulai dari kayu bakar ke minyak tanah, lalu ke Liquefied Petroleum Gas (LPG), hingga kini sampai ke kompor induksi. Kata dia, penyebaran informasi secara menyeluruh juga menjadi kunci keberhasilan implementasi transisi energi ini.

“Di Indonesia, people-centered clean energy transition dicapai melalui diseminasi informasi terkait manfaat energi transisi. Pada sektor rumah tangga, program konversi LPG ke kompor induksi akan mengurangi biaya memasak hingga 24 persen dan meningkatkan efisiensi mencapai 40%. Kompor induksi juga lebih praktis untuk dipindah-pindah,” ungkap Arifin sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi, Senin (29/4).

Pada sektor industri dan komersial, pengelolaan energi dan efisiensi peralatan yang digunakan akan bermanfaat untuk mengurangi sekitar 20% konsumsi energi. Kemudian pada sektor transportasi, konversi kendaraan bermesin pembakaran internal ke kendaraan listrik, akan menghemat biaya bahan bakar sekitar 50% serta mengurangi biaya pemeliharaan.

“Untuk mendukung percepatan implementasi program EV, Pemerintah Indonesia memberikan insentif, infrastruktur, dan pengembangan ekosistem,” imbuh Arifin.

Pemerintah juga membuka peluang bagi masyarakat dalam transisi dari ekonomi berbasis fosil melalui pemanfaatan bekas lahan tambang menjadi sumber energi lain, seperti perkebunan biomassa atau lokasi PLTS, sehingga masyarakat terus mendapatkan manfaat dari bekas lahan tambang.

“Selain itu, Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menanam pohon mangrove yang memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dalam jumlah besar, sampai 50 ton CO2 per hektare setiap tahunnya. Pasar karbon akan menciptakan peluang finansial bagi masyarakat, sembari mereduksi emisi,” tambah Arifin.

Kementerian ESDM juga membangun landasan kesadaran mengenai transisi energi ramah lingkungan melalui program edukasi, seperti PATRIOT Energi dan GERILYA Academy.

“Kunci kesuksesan dalam menarik partisipasi masyarakat dalam transisi energi adalah diseminasi manfaat transisi energi yang well-informed, penciptaan peluang bisnis, dan kesadaran yang diperoleh melalui pendidikan sejak dini, di mana pengetahuan adalah landasan untuk berpartisipasi,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda