Menteri Bahlil Sebut Pemerintah Tidak Akan Ekspor EBT

TKDN PLTS

Jakarta, TAMBANG – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebut bahwa pemerintah sejauh ini belum ada rencana untuk mengekspor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) ke negara manapun.

“Pemerintah Indonesia belum berpikir untuk mengekspor EBT kepada negara manapun. Ini informasi baru, kata bahlil dalam acara Road to G20: Investment Forum ‘Mendorong Percepatan Investasi Berkelanjutan dan Inklusif, dilansir Kamis (19/5).

Menurut Bahlil, langkah ini perlu diambil lantaran pemerintah saat ini masih fokus memenuhi kebutuhan energi dalam negeri terutama yang bersumber dari EBT. Kendati begitu, Bahlil juga menyampaikan bahwa Indonesia membuka peluang bagi para investor yang akan berinvestasi di sektor EBT.

“Silahkan investasi, di Kepri monggo, tetapi kita belum terpikir untuk kita mengekspor EBT kepada negara manapun karena kita akan pakai dulu dalam negeri cukup dulu. Silahkan kalau mau investasi, investasi dalam negeri,” bebernya.

Mantan ketua HIPMI ini lantas menguraikan alasan lain yang di antaranya jika listrik dari EBT diekspor, maka secara otomatis para investor di sektor industri juga tidak akan datang ke Indonesia.

“Karena kalau listriknya kita jual ke negara lain maka industri itu akan lari ke sana. Cara-cara ini sudah harus kita hentikan untuk bangsa dan negara ke arah yang lebih baik,” ungkap Bahlil.

Bahlil menegaskan, sekarang pemerintah terus mengakselerasi bauran EBT dan mengembangkan industri hilir untuk mengejar standar dunia internasional. Menurutnya, pasar global saat ini menginginkan produk yang bersumber dari energi bersih dan mengurangi barang yang berbau energi fosil.

“Namun EBT itu harus kita lakukan sebab apa, tidak akan mungkin produk yang dihasilkan lewat sebuah industri itu akan laku di global kalau tidak memakai EBT. Pasti di dunia orang sudah mulai cek, ini pakai batu bara atau pakai EBT. Kalau pakai batu bara mungkin harganya laku tapi pasti jatuh,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam memantapkan bauran EBT ini secara masif, pemerintah dan DPR sudah membuat aturan main melalui RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Terbaru, progres RUU EBT yang kemudian akan disahkan menjadi undang-undang ini, telah memasuki tahap harmonisasi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin