Menteri Bahlil: Tarif Bea Keluar Batu Bara akan Disesuaikan dengan Kondisi Harga

Menteri Bahlil: Tarif Bea Keluar Batu Bara akan Disesuaikan dengan Kondisi Harga

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa wacana pengenaan tarif bea keluar batu bara akan disesuaikan dengan kondisi harga di lapangan. Saat ini, pemerintah tengah melakukan kajian untuk menghitung formulasi tarif yang tepat.

“Menyangkut dengan bea tarif keluar, Kementerian ESDM lagi menghitung itu ada range-nya. Dikenakan tarif itu apabila harga batu baranya itu ekonomis,” ujar Bahlil dalam konferensi pers Capaian Kinerja Kementerian ESDM 2025 di Jakarta, dikutip Jumat (9/1).

Ia menjelaskan, skema tarif bea keluar batu bara akan disusun berdasarkan rentang harga tertentu.

Sebagai contoh, ketika harga batu bara berada pada kisaran USD 100 hingga USD 150 per ton, akan dikenakan tarif dengan besaran tertentu. Sementara itu, apabila harga melampaui USD150 per ton, tarif bea keluar yang dikenakan akan berbeda dan cenderung lebih tinggi.

“Dalam arti kata bahwa ada range katakanlah 100 sampai 150, itu contoh, itu dikenakan berapa. Di atas 150 dollar, berapa,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan sebagai lembaga yang berwenang menetapkan regulasi bea keluar batu bara, agar kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kondisi industri.

“Saya pikir, kami dengan Kementerian Keuangan akan bicara. Kementerian Keuangan pun enggak mungkin mau jalan sendiri. Hulunya di sini. Hilirnya di sana,” imbuh dia.

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin menetapkan pungutan yang justru memberatkan pelaku usaha hingga menghambat kegiatan operasional. Namun, di sisi lain, ketika pengusaha memperoleh keuntungan, kewajiban perpajakan tetap harus dipenuhi.

Menurutnya, prinsip keadilan menjadi kunci, di mana pengusaha tidak boleh menikmati keuntungan tanpa membayar pajak, tetapi negara juga harus bersikap adil dalam menetapkan beban fiskal.

“Jangan sampai kita kenakan pajak yang beban berat, akhirnya pengusahanya enggak bisa bekerja. Tapi kalau pengusahanya untung, wajib kita pajaki. Fair, supaya fair. Nggak boleh pengusaha untung nggak bayar pajak, nggak boleh. Tapi negara juga harus fair,” pungkas Bahlil. 

Sebagai informasi, kebijakan tarif bea keluar batu bara direncanakan mulai berlaku pada 2026. Namun, hingga saat ini aturan khusus mengenai bea keluar batu bara tersebut belum diterbitkan.

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin