Menteri Bahlil Ungkap Dirjen Gakkum ESDM Bakal Diisi Jaksa, Polri atau TNI

RKAB Bahlil

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberi bocoran terkait sosok yang bakal mengisi posisi Direktur Jenderal (Dirjen) Penegakkan Hukum (Gakkum). Kata dia, kalau bukan dari unsur Kejaksaan dan Kepolisian, posisi ini bakal diisi TNI.

“Yang jadi Dirjen Gakkum ini kalau bukan Jaksa, Polisi kalau gak Angkatan Darat saja Pak. Taunya TNI lah mau Angkatan darat, Angkatan Udara, atau Angkatan Laut,” ungkap Menteri Bahlil dalam RDP dengan Komisi XII, dilansir Kamis (14/11).

Kata Bahlil, pemilihan Dirjen Gakkum dari ketiga unsur tersebut bukan tanpa sebab. Menurutnya, ketiga unsur tersebut bisa dapat dipegang pertanggungjawabannya. “Mohon maaf pak, yang memang kita dapat dipertanggungjawabkan orangnya,” imbuhnya.

Terkait pihak yang berwenang sebagai penyidik, Bahlil masih memikirkan apakah dari unsur PNS, Polisi atau Jaksa. Bisa juga kata dia komposisinya berasal dari ketiganya.

Resmi, Kementerian ESDM Bentuk Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum)

“Menyangkut penyidiknya apakah PNS, Polisi, atau Jaksa, saya lagi memikirkan ini. jadi kita mau bikin blending aja. Blending aja, yang penting jangan sampai saling menghindari itu barang,” beber dia.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membentuk Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditjen anyar ini sudah diteken Presiden Prabowo Subianto lewat Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 169 tahun 2024 tentang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pembentukan Ditjen Gakkum ESDM tertuang dalam bagian ketujuh Perpres. “Bagian Ketujuh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Energi dan Sumber Daya Mineral,” demikian bunyi Perpres tersebut.

Ditjen Gakkum ESDM bertanggung jawab langsung kepada Menteri ESDM dan dipimpin oleh Direktur Jenderal (Dirjen). Ketentuan ini sesuai dengan pasal 23.

“Pasal 23 (1) Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Energi dan Sumber Daya Mineral berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (2) Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Direktur Jenderal,” demikian bunyi pasal 23 ayat 1 dan 2.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin