Beranda Tambang Today Energi Terbarukan Menteri ESDM Lepas Rombongan Mobil Sosialisasi B20

Menteri ESDM Lepas Rombongan Mobil Sosialisasi B20

Nusa Dua, Bali-TAMBANG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di sela-sela acara Bali Clean Energy Forum (BCEF) melepas 14 mobil mulai dari mobil penumpang sampai truk. Kegiatan ini menjadi bagian dari sosialisasi penggunaan B20.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan kegiatan ini menjadi satu puzle baru dalam pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Indonesia memiliki potensi sumber daya energi baru dan terbarukaan. Salah satunya dengan memanfaatan B20 yang lebih banyak akan mengurangi impor BBM.

“Hari ini Indonesia mengimpor bbm sebanyak 800 ribu barel per hari. Penikmatnya adalah importir. Padahal Indonesia punya potensi EBT yang cukub besar seperti matahari yang selalu hadir, angin dan lainnya. Namun semua potensi itu belum optimal dikembangkan”katanya.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan mendorong pemanfaatan B20 dari sebelumnya B15. Tidak hanya itu ke depan Pemerintah juga akan mendorong tidak hanya sarana transportasi tetapi juga pembangkit. Bahkan untuk sektor pembangkit didorong mengunakan B30.

“Dengan ini kita bisa menekan impor BBM, bisa menghemat devisa dan juga membantu meningkatkan harga CPO,”kata Menteri ESDM.

Menurutnya salah satu penyakit dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia adalah keraguan. Namun menurut Menteri Pemerintah akan terus maju. Karena sekali berlanjut maka akan terus berkelanjutan.

“Kita malu mereka kurang sumber daya energi dan mereka gigih dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan”kata Menteri Sudirman.

Sementara itu Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konversi Energi Rida Mulyana menjelaskan kegiatan ini meruaakan bagian sosialisasi dan edukasi pemanfaatan biodiesel.

“Kita ingin menjelaskan pada masyarakat bahwa memanfaatkan biodiesel tidak menimbulkan kerusakan pada kendaraan,”katanya.

Dalam kesematan itu Rida juga menjelaskan pemanfaattan biodiesel tahun lalu sebanyak 805 ribu kilo liter. Atau hanya 53 persen dari target.

Sementara di tahun 2016 dengan pemanfaatan B20 untuk transportasi dan juga pembangkit sebesar 6,5 juta kilo liter.