Menteri ESDM Perioritaskan Perbaikan Iklim Investasi

Egenius Soda [email protected]

Jakarta TAMBANG. Menteri ESDM Sudirman Said mengaku telah bertemu Menteri Keuangan membahas perbaikan iklim investasi di sektor migas, batu bara dan mineral. Pertemuan dengan Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro membahas hal-hal yang terkait dengan Kementrian Keuangan mulai dari kebijakan royalty, pajak dan bea. Hal ini penting mengingat sektor energi sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pembahasan dengan Kemenkeu belum tuntas tapi arahnya adalah simplikasi penyederhanaan, dan membuat standarisasi. Jangai pakai cara tapi ada patokan khusus yang penting bsia cepat," kata Sudirman di Jakarta, Jumat (14/11).

Diakuinya, sektor ESDM banyak yang bersinggungan dengan kewenangan Kementerian Keuangan, seperti royalti, pajak dan lainnya. Dicontohkan pelaku usaha sektor hulu migas kerap terbebani dengan pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) di muka yang diterapkan oleh Kemenkeu, padahal perusahaan belum melakukan apa-apa sudah dikenakan pajak.

Banyaknya masukan yang disampaikan, Kemenkeu mengakui bahwa pengenaan PBB pada perusahaan hulu migas harus direvisi. Sudirman pun menghormati kebijakan disektor Kemenkeu yang bersinggungan dengan kebijakan sektor energi, alasannya karena Kemenkeu harus memaksimalkan penerimaan untuk negara.

"Kami hormati Kemenkeu bekerja untuk menggenjot penerimaan negara. tapi hasilnya disinsentif ya harus dikoreski. Menkeu juga bilang harus ada beberapa yang dikoreski," demikian Sudirman.

Artikel Terkait

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

LOVOL Heavy Industry tampil menonjol di Mining Indonesia dengan solusi pertambangan terintegrasi yang mencakup proses penggalian, pemuatan, hingga pengangkutan. Didukung portofolio alat berat yang beragam, desain yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, serta pengalaman dalam teknologi energi baru.

By Fahmi Adam
Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Saat ini, industri pertambangan nasional sudah semakin berkembang. Perannya pun semakin penting sebagai penopang perekonomian nasional. Namun harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan maupun permasalahan yang dihadapi. Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal. Adanya dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan

By Egenius Soda