Meski Harga Minyak Lesu, Perolehan Nilai Kontrak Elnusa Naik

Jakarta – TAMBANG. Meskipun harga minyak masih terpuruk, PT Elnusa, Tbk (ELSA) berhasil meraih kotrak baru dengan nilai US$ 84 juta selama paruh pertama tahun 2015 ini. Kontrak tersebut dibukukan oleh divisi geosains perusahaan penyedia jasa energi tersebut untuk pekerjaan survei seismik.   “Raihan kontrak baru survei seismik ini sangat membesarkan hati kami sebagai penyedia jasa survei seismik nasional utama, terbesar, dan terpercaya di Indonesia. Dengan kondisi turunnya harga minyak dunia seperti ini, SKK Migas juga telah menurunkan anggaran investasi hulu migas termasuk anggaran untuk aktivitas eksplorasi. Namun bagi Elnusa, tahun ini perolehan kontrak seismik kami sudah melampaui perolehan kontrak tahun lalu,” ujar TS Winarso, Wakil Direktur Lini Pelayanan Geosains Elnusa, di Jakarta, Kamis (25/6).   Khusus untuk survei seismik 3D dalam kontrak baru tersebut akan dilakukan di beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat dan Sumatera. Sementara pekerjaan survei seismik 2D akan digarap di Provinsi Kalimantan Utara.   Dengan periode kontrak yang berkisar antara 8 hingga 21 bulan, salah satu perkerjaan sudah dimulai di pertengahan tahun ini. Penggarapan kontrak-kontrak lainnya akan dimulai pada kuartal ketiga, serta pada akhir tahun mendatang.   “Divisi Pelayanan Geosains Elnusa mulai tahun ini juga diharapkan dapat menggunakan teknologi nirkabel, guna meningkatkan kompetensi dan mempertahankan pangsa pasar seismik nasional. Selain itu, Elnusa juga mampu melakukan melakukan aktivitas pekerjaan jasa non seismik lainnya yang menjadi unggulan dan masih terus dikembangkan dalam menghadapi persaingan ketat bisnis jasa migas di Indonesia,” pungkasnya.  

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin