MGR Produksi Emas Sebesar 1.818 Ounces Kuartal I 2026

MGR Produksi Emas Sebesar 1.818 Ounces Kuartal I 2026
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG - PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) mencatat tonggak penting pada kinerja produksi emas kuartal I 2026. Melalui Tambang Emas Pani, perseroan berhasil melakukan first gold pour pada Februari 2026 dan merealisasikan penjualan emas perdana pada Maret 2026.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke P. Abidin, mengatakan kuartal I 2026 menjadi periode transisi penting bagi EMAS menuju perusahaan produsen emas.

"Kuartal I 2026 merupakan periode penting bagi EMAS, seiring keberhasilan Tambang Emas Pani melakukan first gold pour pada Februari 2026 dan menyelesaikan penjualan emas perdana pada Maret 2026. Sepanjang periode tersebut, Pani memproduksi 1.818 ounces emas dan 3.500 ounces perak, serta mencatatkan penjualan emas perdana sebesar 516 ounces. Capaian ini menandai awal transisi kami menjadi perusahaan produsen emas dan menjadi fondasi penting bagi fase ramp-up Pani ke depan," ujar Boyke dikutip dalam keterangan resmi, Selasa (7/7).

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Tambang Emas Pani memproduksi 1.818 ounces emas dan 3.500 ounces perak. Produksi tersebut merupakan hasil awal setelah fasilitas pengolahan mulai beroperasi dan memasuki fase ramp-up. Pada periode yang sama, perseroan membukukan penjualan perdana sebanyak 516 ounces emas.

Kinerja operasional Pani juga ditopang oleh tren harga emas yang menguat sepanjang kuartal I 2026. Perseroan mencatat harga jual rata-rata sebesar USD5.123 per ounce emas.

Di sisi biaya, Tambang Emas Pani membukukan biaya tunai sebesar USD969 per ounce di luar royalti atau USD1.202 per ounce termasuk royalti. Dengan struktur biaya tersebut, perseroan menghasilkan margin tunai sebesar USD3.921 per ounce pada fase awal ramp-up.

Perseroan menilai capaian produksi dan penjualan perdana ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kapasitas operasi Tambang Emas Pani pada kuartal-kuartal berikutnya, seiring berlanjutnya proses ramp-up menuju operasi komersial yang lebih optimal.

Artikel Terkait