MIND ID Bidik Produksi Emas 31,7 Ton di 2026

MIND ID menargetkan produksi emas sebesar 31,7 ton pada tahun 2026 yang berasal dari kedua entitasnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan PT Freeport Indonesia (PTFI).

MIND ID Bidik Produksi Emas 31,7 Ton di 2026
Dokumentasi: PT Freeport Indonesia (PTFI).

Jakarta, TAMBANG - MIND ID menargetkan produksi emas sebesar 31,7 ton pada tahun 2026, yang akan ditopang oleh kinerja dua entitas utamanya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan PT Freeport Indonesia (PTFI). Angka ini naik sebesar 6% jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 yang mencapai 29,9 ton.

“Untuk emas, PT Antam dan PT Freeport Indonesia, MIND ID menargetkan kenaikan 6% yang didukung oleh peningkatan kinerja operasional,” ungkap Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Rabu (15/4).

Maroef  menjelaskan bahwa pada tahun 2026 diposisikan sebagai fondasi strategis MIND ID dalam mencapai target jangka panjang, khususnya dalam memperkuat aspek keberlanjutan serta mengoptimalkan nilai dari seluruh portofolio tambang yang dikelola.

“Pada tahun 2026, kami posisikan sebagai pondasi strategis untuk mencapai target jangka panjang khususnya dalam meningkatkan keberlanjutan dan optimalisasi nilai dari seluruh portopolio tambang MIND ID,” imbuhnya.

Untuk itu, sejumlah faktor kunci menjadi perhatian utama, mulai dari perolehan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang tepat waktu, ketersediaan peralatan yang memadai guna mendukung peningkatan produksi, hingga penguatan kapasitas logistik. Seluruh elemen tersebut dinilai krusial agar target operasional yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal sepanjang 2026.

“Perolehan RKAB secara tepat waktu ketersediaan peralatan yang dapat menunjang peningkatan produksi serta peningkatan kapasitas logistic menjadi kunci agar target-target operasional ini dapat dicapai pada tahun 2026,” jelasnya.

Holding BUMN pertambangan ini mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp29 triliun. “Laba bersih atau net income sebesar 29 triliun atau 13% di atas target,” jelasnya.

Sepanjang periode tersebut, perseroan juga mencatat pendapatan sebesar Rp159 triliun, atau sekitar 4% di atas target yang telah ditetapkan. Kinerja ini turut ditopang oleh capaian EBITDA sebesar Rp42 triliun, yang melampaui target sebesar 3%, mencerminkan efektivitas strategi bisnis serta optimalisasi kinerja operasional di tengah dinamika pasar komoditas global.

“MIND ID mencatat pendapatan atau revenew sebesar 159 t atau 4% di atas target. Ebitda sebesar 42 t atau 3% di atas target,” imbuhnya.