Mitra Stania Prima Raih PROPER Emas dan Green Leadership PROPER dari KLH

PT Mitra Stania Prima (MSP) berhasil meraih penghargaan PROPER Emas dan Green Leadership PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Mitra Stania Prima Raih PROPER Emas dan Green Leadership PROPER dari KLH
Komisaris MSP, Harwendro Adityo Dewanto (kanan) menerima PROPER Emas dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (kiri). Dokumentasi: MSP.

Jakarta, TAMBANG - PT Mitra Stania Prima (MSP) berhasil meraih penghargaan PROPER Emas dan Green Leadership PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) periode 2024-2025.

Raihan ini sebagai bentuk pengakuan tertinggi atas komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

Penerima PROPER Emas diwakili Komisaris MSP, Harwendro Adityo Dewanto. Sementara penerima Green Leadership PROPER adalah Direktur Utama MSP, Aryo Puspito Setyaki Djojohadikusumo.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

"Kami melakukan semua ini bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan, tetapi sebagai komitmen untuk tidak mencemari lingkungan." ungkap Aryo, dikutip dalam laman resmi, Jumat (10/4).

Aryo menjelaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen MSP dalam menjalankan operasional yang melampaui standar kepatuhan (beyond compliance), termasuk dalam menjaga kualitas udara bersih serta mendukung target net zero emission bagi masyarakat sekitar.

MSP sendiri merupakan perusahaan pertambangan timah terbesar ketiga di Indonesia yang beroperasi di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Direktur Utama MSP, Aryo Puspito Setyaki Djojohadikusumo (kanan) menerima Green Leadership PROPER dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (kiri). Dokumentasi: MSP.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa dunia usaha tidak lagi cukup hanya memenuhi regulasi, tetapi harus mampu menjadikan kinerja lingkungan sebagai bagian dari strategi inti perusahaan.

“PROPER mendorong perubahan cara pandang. Lingkungan tidak lagi diposisikan sebagai beban, tetapi sebagai ruang inovasi dan sumber nilai bagi perusahaan,” ujar Menteri Hanif.

Transformasi tersebut mulai terlihat dari munculnya perusahaan-perusahaan yang mampu melampaui standar kepatuhan.

Pada periode PROPER 2024–2025, tercatat sebanyak 39 perusahaan berhasil meraih PROPER Emas sebagai peringkat tertinggi, yang mencerminkan keunggulan dalam inovasi lingkungan serta kontribusi sosial.

Salah satu penerima PROPER Emas tersebut adalah perusahaan pertambangan timah, PT Mitra Stania Prima (MSP).

 

Artikel Terkait