Negosiasi Divestasi Alot, Menteri ESDM: VALE Janji Beri Harga Gak Mahal

Divestasi

Jakarta, TAMBANG – Proses divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (VALE) dengan Mining Industry Indonesia (MIND ID) masih berjalan alot. Perusahaan tambang nikel terintegrasi itu sebelumnya bersedia melepas 14 persen saham sebagai syarat perpanjangan Kontrak Karya (KK) yang akan berakhir Desember 2025.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyebut kedua belah pihak masih berkutat pada aspek business to business (B to B) sementara dari sisi aturan mineral dan batu bara (Minerba) sudah selesai.

“Ini tersendatnya masalah B to B, business to business. Kalau dari sektor minerbanya sendiri juga tidak ada masalah,” ujar Menteri Arifin di Gedung Kementerian ESDM), Jumat (3/11).

Meski proses divestasi masih berlangsung lama, Arifin menyampaikan bahwa VALE berjanji tidak akan memberi harga saham yang mahal. “Kalau harga divestasinya ini juga VALE sudah bilang dia tidak akan kasih harga yang mahal,” beber dia.

Terkait MIND ID yang ingin menjadi pengendali saham, Arifin menjelaskan bahwa hal tersebut sudah diatur dan ada ketentuannya tersendiri, termasuk jika ada penambahan porsi saham di atas 14 persen.

“Itu kan sudah diatur, kita ikut aturan. Kesepakatan mayoritasnya sudah ada. (Terkait penambahan porsi saham) tergantung berdua, itu makanya b to b prosesnya,” jelasnya.

Sebelumnya, kabar proses divestasi saham yang alot ini dikemukakan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir akhir Oktober lalu. Kata Erick diskusi terus dilakukan dengan pihak VALE dibersamai dengan Kementerian ESDM.

Pemerintah lewat MIND ID memang berencana menjadi pengendali di Perusahaan tambang asal Kanada tersebut sebagaimana terjadi di PT Freeport Indonesia yang sudah memiliki saham mayoritas.

Dengan penawaran divestasi saham 14 persen, sebetulnya MIND ID menjadi pemilik saham mayoritas di PT Vale Indonesia, namun tidak menjadi pengendali Perusahaan.

Dengan divestasi oleh Vale Canada dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM) yang rencananya sebesar 14 persen, komposisi pemegang saham PT VALE akan berubah menjadi sebagai berikut:

VALE Canada Limited awalnya 43, 79 persen menjadi 33,29 persen. MIND ID awalnya 20 persen menjadi 34 persen. Sumitomo Metal Mining dari 15,03 persen menjadi 11,53 persen. Vale Japan limited 0,54 persen dan Publik 20,64 persen.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin